Merdeka, itu yang Mereka Katakan

By | Senin, Agustus 17, 2015 37 comments

Apa itu merdeka? Yang saya tahu sejak kecil dari kata merdeka ialah terbebas dari penjajah. Di umur Indonesia yang telah mencapai 70 tahun ini saya masih kurang puas dengan jawaban seperti itu. Akhirnya saya putuskan untuk cek di wikipedia tentang arti merdeka.
Kemerdekaan adalah: di saat suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya. _wikipedia.com
Indonesia sudah merdeka sejak 70 tahun yang lalu. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun kenyataan yang sebenarnya, kita ini masih terjajah oleh bangsa asing.

Yang dahulu terlihat jelas penjajahan di bangsa kita ini secara fisik. Bagaimana kejamnya tentara Belanda memaksa kita melakukan kerja rodi. Kejamnya tentara jepang memaksa kita melakukan romusha. Pembantaian dan pembunuhan warga negara kita yang merajalela di tanah air ini oleh bangsa asing. Sungguh ironis.

Saat ini ternyata bangsa kita masih terjajah, namun sengaja disamarkan. Semua warga tahu kalau saat ini Sumber Daya Alam (SDA) di tanah air kita sedang terang-terangan dijarah oleh bangsa asing. Namun, mayoritas dari kita hanya diam. Pemerintah yang baik pun tak bisa apa-apa karena telah ada perjanjian hitam diatas putih yang menyulitkan.

Dan bangsa asing pun menjarah para Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik kita. Anak-anak bangsa yang berprestasi ditawari untuk berkerja di negara asing dengan iming-iming gaji yang besar. Ini sungguh aset yang sangat disayangkan, coba bayangkan apabila semua anak-anak bangsa tersebut dapat memsupport kemajuan nusantara ini.

Bolehlah kita kuliah ataupun bekerja di negara orang. Namun, tetaplah ingat untuk membangun bangsa Indonesia ini. Silakan kuliah dan kerja di sana, ambil ilmunya. Lalu janganlah lupa untuk kembali dan menerapkan ilmunya di tanah air tercinta ini.

Saya yang kini sedang menggeluti bidang Teknik Sipil pun ingin sekali melanjutkan kuliah S-2 di Jepang. Berharap mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk mengambil studi tentang Rekayasa Air, mengingat bangsa kita adalah bangsa maritim. Banyak potensi dari wilayah kita yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan bangsa.


Perlu diingat, kita adalah bangsa dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia. Kita adalah target pasar yang menggiurkan bagi bangsa asing. Ini yang menyebabkan bangsa asing berusaha agar Indonesia selalu menjadi bangsa konsumen, agar kita selalu membeli produk dari mereka (mobil, motor, handphone, komputer, dll). 


Mereka selalu mencegah agar Indonesia menjadi bangsa produsen. Caranya bermacam-macam membuat peraturan yang menyulitkan untuk membuat hak cipta atau mungkin juga bisa dengan membayar pemerintah kita untuk menyulitkan warganya sendiri untuk bisa maju di bidang teknologi (Produknya yang banyak laris di Indonesia). Semoga saja anggapan saya tentang pemerintah barusan itu adalah salah.

Di umur Indonesia yang ke-70 ini, banyak sekali harapan dari 270 juta masyarakat Indonesia. Harapan agar Indonesia menjadi bangsa yang jauh lebih baik, yang dapat bersaing di kancah Internasional. Sudah saatnya kita menjadi bangsa yang diakui kehebatannya oleh dunia.

Ayolah kita sebagai anak bangsa, jangan hanya diam. Lakukan apa yang kalian bisa sesuai bidang masing-masing untuk memajukan Indonesia. Ambilah peran dalam membangun bangsa, jangan hanya menjadi penonton. Kita pun bertanggung jawab atas apa yang dialami negara ini. Sudah menjadi tugas kita untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Cinta, mempertahankan cinta lebih sulit daripada mendapatkannya. Demikian pula kemerdekaan, lebih sulit mempertahankan kemerdekaan daripada mendapatkannya. _citrapradipta.com  


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
comments

37 komentar:

  1. setuju nih, kita sebagai anak muda seharusnya punya andil untuk mengharumkan nama besar indonesia. ga hanya mengkritik negri ini. hahaha. klo bisa sih, malah seharusnya kita yg menjajah negri lain. ehe. ga deng, canda.

    klo ngeritik negri sndri emang ga ada habisnya juga kan. toh, ngapain jga umbar'' aib negri sendiri. sharusnya sbagai anak mudanya kita harus menyelesaikan masalah d negri ini. ya ga smuanya juga sih. dan belajar d negri orang lain, kemudian memajukan negri ini dari ilmu yg di proleh dari negri orang lain, sah'' aja sih. toh, untuk memajukan negri ini. asik bnget tulisn gue. hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk, seharusnya malah kita yang menjajah negara lain yah bro :D

      Bener banget, daripada hanya mengkritik kan lebih baik kalau kita berusaha memajukan negeri ini. Ambil peran, jgn cuma diam :)

      Hapus
  2. "Cinta, mempertahankan cinta lebih sulit daripada mendapatkannya. Demikian pula kemerdekaan, lebih sulit mempertahankan kemerdekaan daripada mendapatkannya."

    setuju bro....
    lebih susah mengisi dan mempertahankan daripada mendapatkan....
    kita yang bagian sulitnya untuk taraf masa kini.... yang dulu udah bagian para pejuang kemerdekaan dengan taruhan nyawa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mendapatkan kemerdekaan jaman dahulu itu jelas, bisa terlihat dengan fisik semata. Kita main peran dalam politik dan juga peperangan.

      Nah kalau sekarang lebih rumit lagi, mesti tidak ada peperangan namun politik sudah ga bisa diganggu gugat lagi karena ada perjanjian hitam di atas putih. Kalau kita melanggar, itu artinya malah kita yang salah.

      Hapus
  3. Kita masih dijajah negara lain dalam bentuk yang disamarkan, tapi kalo dipikir-pikir lagi kita gak bisa hidup sendiri sih. Misal kita masih menggunakan produk buatan bangsa lain. Kalau yang masalah pengambilan SDA sih ya gimana, kita masih belum bisa mengelola. Makanya harus banyak belajar supaya bisa mengelola sendiri.

    Wah, semoga bisa deh kuliah di Jepang. Kalau jadi jangan lupa ngajak aku ya bang, mau ngidol disana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya bisa sekali, cuma kita nya yang manja tidak mau belajar dan berusaha. Kalau masalah karena kita belum bisa mengelola SDA itu ibarat seperti ini:

      Si A punya kartu ATM tapi tidak tahu cara pakainya. Lalu datanglah si B, ia menawarkan bantuannya untuk dapat memakai kartu tersebut dgn alasan "daripada ATM nganggur lebih baik kartu ATMnya aku yang pakai". Si A pun setuju, toh dia ga bisa pakai. Dan tiap B ambil uang di ATM, si A hanya diberi 5% dari total uang uang yang diambil.

      Nah.... lama-lama rugi kan si A itu. Mau dicegah, tapi sudah ada perjanjian.

      Hapus
  4. gak cuma dijajah bangsa asing, tapi kita juga dijajah oleh bangsa kita sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau itu bukan dijajah lagi levelnya, tapi dikhianati :(

      Hapus
  5. yang orang-orang berprestasi malah kerja di luar.

    gk munafik sih, mereka itu hidup dan perlu sesuatu untuk menghidupi wajar kalau nyari yang lebih besar. Bukan menyalahkan.
    tapi pemerintah indonesia mungkin kurang begitu peduli juga sama generasi berprestasinya. makanya kebanyakan dari mereka malah diambil oleh negara lain.

    mungkin masih inget juga soal mobil listrik yang dulu disebut jadi kebanggaan.
    hasilnya apa? bisa lihat kayak terjadi keributan tanpa ada yang tahu mana yang salah dan benar

    Kalau untuk lebih baik, saya harap juga begitu. setidaknya harus dimulai dari kecil tuh kalau mau jadi lebih baik agar di masa depan bisa membantu membangun negara jadi lebih baik pula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoyoi ga munafik ra, semua orang butuh uang. Oleh karena itu bangsa asing dengan iming-iming uang dapat menarik anak bangsa kita yang berprestasi untuk kerja di negara mereka.

      Haha mobil listik selo mah itu gara-gara ada campur tangan bangsa asing juga. Pemerintah kemungkinan besar dibayar mahal agar tidak meloloskan mobil listrik itu.

      Soalnya kalau kita Indonesia bisa bikin mobil sendiri, maka hilanglah pasar konsumen bangsa asing. Ingat kita adalah target pasar bagi bangsa asing. Kita di atur agar selalu menjadi konsumen, bukan produsen.

      Hapus
  6. Sumber daya alam milik Indonesia, tentunya yang berhak untuk menikmati dan memanfaatkan adalah seluruh rakyat Indonesia. Tapi lihat, contohnya Freeport. Kalo gak salah kontraknya nambah lagi oleh amerika untuk beberapa tahun lagi. Kalo dipersenin bisa jadi 90% buat US, 10% buat kita. Iya, hanya 10%...CMIIW

    Kadang entahlaah~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, yg bikin saya penasaran...
      kenapa Indonesia malah nenambah kontrak freeport nya? Padahal kan permbagian untuk negara kita tuh sedikit sekali :D

      Hapus
  7. Iya bener! Paling sebel itu waktu daerah kita sendiri yang berpotensi tapi malah penduduk aslinya dijadiin buruh.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih emang....
      tapi kalau itu dpt membantu mengurangi pengangguran ya apa boleh buat :(
      Mungkin itu yang pemerintah pikirkan...

      Hapus
  8. Setujuu gue mas, seharus nya di pasar gadget dan sebagainya yang mendominasi adalah hasil negri sendiri, padahal yang buat mobil motor hp udah ada cuman gak pada terkenal aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul tuh, cina saja bisa produksi gadget besar-besaran.
      Kita seharusnya bisa, tapi mungkin blm ada investor yang berani ambil resiko untuk menanamkan modalnya di bidang gadget :3

      Hapus
  9. semoga indonesia tetap sehat 70 tahun ke depan dan seterusnya
    semoga indonesia bisa naik kelas dari negara berkembang ke negara maju
    merdeka!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin :)
      Oleh karena itu ayo sama-sama berjuang demi Indonesia..

      Hapus
  10. Aku cuma bsa doain yg terbaik untuk Indonesia, smga Indonesia smkin maju, smkin makmur, smga Indonesia nanti bsa lebih mandiri, dan bsa memproduksi produk2 Indonesia yg lebih baik lagi..

    Waahh.. Mau nerusin kuliah di Jepang? Semangat kak! Smga sukses.. Dan jgn lupa klo udh dpt ilmu di sana balik lagi ya ke Indonesia, bagi2 ilmunya.. Hehe
    Ohya, salam buat Inuyasha, Naruto, sama Doraemon ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Indonesia menjadi lebih baik, aamin :)

      Iya pengen nya gt kalau dpt beasiswa... Waduh nitip salam nya, ahaha :D

      Hapus
  11. betul banget mas :) semoga indonesia selalu sejahtera dan berjaya ya mas hehehehe merdekaaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh, aamiin
      Ayo berjuang demi Indonesia :D

      Hapus
  12. iya banget tuh, tentang SDA yang dijajah. apalagi yang di papua situ... kenapa bangsa ini belum bisa mengolah SDA nya sendiri yak. semoga di angka 70 ini, indonesia bisa berubah jadi lebih kuat... tak terjajah sda lagi... mata uang rupiah juga semakin kuat... jangan mau ditindas dollar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe nah itu, kenapa kita tidak bisa ngolah SDA sndiri... Mungkin dlu emang pd ga bs. Meski skrng sudah bisa, ua udh terlanjur di kontrakin SDA nya, hehe nunggu bertahun tahun dlu dh

      Hapus
  13. Sudah banyak kaasus terkait SDM yang makin kesini makin banyak dijajah. Bukan hanya dijajah tapi juga ditumbangkan di negeri sendiri, sebenarnya banyak loh karya-karya hebat dari anak-anak negara ini hanya saja mereka kurang diakui, dan disini biasa bangsa asing diuntungkan dengan terus menjajah kita secara halus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eitt jgn salah, karya anak bangsa skrng makin banyak loh. Tp emg kurang dpt perhatian dr pemerintah.

      Jd ya begitu tidak maksimal. Karena tidak di support

      Hapus
  14. SDA dikeruk, SDM diracuni ganteng2 srigala. Ah. Merdeka macam apa
    Btw smangat s2 nya yak. Smoga kesampean dan bisa banggain Indonesia (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe nah itulah, dan knapa SDM kita yg malah suka sinetron ky bgitu.. Hehe yg penting mah jgn ditonton, ntar jg sinetron nya berhenti klo ga ada yg nnton

      Iya amin (y)

      Hapus
  15. mungkin pemerintah sama 'rakyat' ngartiin merdeka itu cuma terbebas dari penjajah secara fisik (feodal) dan masih belum sadar bahwa bangsa kita masih terjajah dalam berbagai macam hal
    gag usah jauh-jauh deh, itu conothnya yg ada di papua, kita yg sebagai tuan tanah malah dapat persenan gag ada separuhnya mungkin juga gag ada seperempat dari yg mereka hasilkan.
    jadi gue harap mulai saat ini kita sadar bahwa bangsa kita masih terjajah oleh pihak luar maupun pihak dalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya bener bro. Itu sudah terlanjur dibuat kontrak seperto itu. Jadi kita sulit untuk ngapa ngapain tambang itu lg.

      Msh enak dlu bs berontak, tp skrng ada kontrak. Klo melanggar brarti kita yg salah

      Hapus
    2. Hehe iya bener bro. Itu sudah terlanjur dibuat kontrak seperto itu. Jadi kita sulit untuk ngapa ngapain tambang itu lg.

      Msh enak dlu bs berontak, tp skrng ada kontrak. Klo melanggar brarti kita yg salah

      Hapus
  16. Para pejuang hanya perlu bambu runcing ditambah Nasionalisme Untuk melawan penjajah, ditambah dengan dijajah terang-terangan, gampang untuk bersatu.

    Sekarang, bahkan beberapa diantara kita ada yang tidak sadar dijajah, perlu lebih dari sekedar 'bambu runcing' untuk benar-benar merdeka. Yang pasti, harus ada Nasionalisme dan Patriotisme.

    merdeka!

    BalasHapus
  17. Itu... Yang mau s2 ke Jepang, semoga terwujud yaaa :)

    BalasHapus
  18. Akur, ayo berbuat sesuai bisa! :D

    BalasHapus
  19. mempertahankan cinta lebih sulit daripada mendapatkannya. Demikian pula kemerdekaan, lebih sulit mempertahankan kemerdekaan daripada mendapatkannya. setuju!

    BalasHapus
  20. Kok cuma pakai celana dalam yang di air terjun, bawa bendera merah putih lagi

    BalasHapus
  21. Bangsa ini belum merdeka, karna masih di jajah oleh bangsa sendiri #sedih

    BalasHapus