
Apa itu Inovator?
Menurut bahasa, inovator adalah orang yang mengenalkan suatu gagasan atau inovasi. Di mana inovasi tersebut akan menjadi suatu manfaat bagi orang lain.
Nah, tidak dapat dipungkiri bahwa negara kita ini sebenarnya butuh banyak inovator dalam upaya untuk membangun negeri. Kalau begitu, mengapa kita tidak mengambil peran tersebut?
Tentu kita akan beranggapan untuk menjadi seorang inovator itu adalah sulit. Ya, itu memang benar kok. Perlu adanya analisa pada suatu hal untuk dapat berinovasi. Namun, perlu kita sadari untuk menjadi inovator sebenarnya sulit-sulit gampang.
Memiliki modal pengetahuan yang sangat luas mungkin bagus untuk dapat menjadi seorang inovator. Namun, ada masanya pengetahuan yang luas malah melupakan suatu hal yang sederhana. Bisa saja hal sederhana tersebut sebenarnya sangat dibutuhkan umat manusia.
Inovasi yang Murni Butuh Orang Jenius
Inovasi murni merupakan hal yang tersulit di wilayah inovasi. Di mana kita harus menemukan inovasi dasar yang belum pernah diciptakan sebelumnya. Bisa dikatakan inovasi ini adalah sebagai penemuan dan pembuatnya disebut sebagai penemu.
Ini bukan seperti menambah nilai tambah pada sesuatu yang sudah ada seperti yang akan dijelaskan di bawah. Namun, justru membuat hal baru yang belum terpikirkan oleh manusia. Misalkan penemu listrik, penemu radio, penemu internet, penemu obat X, penemu teori X, dan lain-lain.
Inovasi ini memerlukan pemikiran yang bisa dikatakan sebagai jenius. Kita harus bisa memahami permasalahannya secara detail. Sehingga wajar yang berhasil menjadi inovator di wilayah "benar-benar murni" adalah pakar dalam bidangnya.
Tidak jarang para penemu ini mendapatkan penghargaan berupa nobel sebagai apresiasi atas kontribusinya bagi dunia. Meski sulit, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kita dapat melakukannya. Yang penting terus mau belajar demi memberi kontribusi untuk negara maupun dunia.
Modifikasi Inovasi
Cara berinovasi yang lebih memungkinkan adalah bermain dengan suatu hal / inovasi yang sudah ada lalu memodifikasinya. Ini tidak seperti inovasi murni yang memerlukan orang jenius. Misalkan sebuah sepeda yang oleh sang inovator ditambahkan sebuah mesin, maka jadilah sebuah inovasi baru yaitu sepeda motor.
Mari kita pelajari penambahan nilai tambah ini lebih lanjut. Agar lebih mudah dipahami, saya gunakan contoh pada benda kursi. Perhatikan gambar di bawah ini.

Teman-teman bisa lihat dari material awal kursi dapat menjadi barang yang berbeda-beda. Ini tergantung nilai tambah apa yang ingin kita berikan kepada si kursi. Kita bisa saja berimajinasi memberikan nilai tambah mesin penggerak di kursi, sehingga dapat bergerak layaknya mobil seperti gambar di bawah ini.
![]() |
| Mr. Bean (sumber : dudecomedy.com) |
Saya rasa inovasi kursi + roda + mesin seperti Prof. Xavier sudah banyak diproduksi. Kalau masih belum bisa membayangkan, teman-teman bisa searching dengan kata kunci "motor chair" di Google.
Nah, dengan kursi bisa kita iseng berimajinasi, kira-kira ada nilai tambah apa lagi yang dapat diberikan? Kita juga bisa lho berimajinasi dengan benda lain selain kursi.
Gabungan Nilai Tambah / Fungsi
Nilai tambah dalam wilayah inovasi sangat memungkinkan sekali berjumlah lebih dari satu. Nilai tambah bisa kita berikan terus menerus asal itu memang benar-benar berguna. Seperti sebuah handphone yang terus berinovasi, sehingga semakin banyak nilai tambah yang ada di dalamnya.

Dulu kita menggunakan handphone hanya untuk SMS maupun telepon. Kemudian semakin berkembang, kita dapat mendengarkan musik, memotret, mengakses internet, hingga bermain game. Saking banyaknya fungsi / nilai tambah dalam handphone, maka namanya pun berubah menjadi smartphone.
Inovasi Aplikasi Smartphone
Perkembangan smartphone saat ini sangat memungkinkan sekali untuk kita berinovasi dalam wilayah aplikasi. Yang perlu kita lakukan adalah mencari ide untuk membuat aplikasi yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.
Aplikasi ojek online tentu sudah tidak asing lagi bukan? Ini adalah salah satu inovasi dalam bentuk aplikasi smartphone. Dengan material awal berupa smartphone dengan nilai tambah ojek, lalu jadilah aplikasi ojek online.

Kemudian adalagi inovasi dalam bentuk aplikasi yang dikembangkan oleh beberapa mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Ibn Khaldun Bogor. Aplikasinya bernama "HALIMAH", sebuah aplikasi yang menyediakan informasi kesehatan untuk para ibu hamil.
Nah, penjelasan lengkap tentang aplikasi HALIMAH sudah pernah dibahas seorang teman yang bernama Andi Nugraha dalam artikel Download Aplikasinya, Rasakan Manfaatnya “HALIMAH”.
![]() |
| Aplikasi Smartphone + Informasi Kesehatan Ibu Hamil = Halimah |
Inovasi Bukan Cuma Bentuk Fisik
Dari beberapa penjelasan di atas, pasti kita sudah mulai sadar kalau inovasi itu tidak hanya dalam bentuk fisik saja. Seperti aplikasi, itu kan sama sekali bukan bentuk fisik. Namun, aplikasi tersebut bisa menjadi terobosan positif bagi kehidupan manusia.
Ada juga inovasi dalam bentuk kebijakan tertentu yang dibuat oleh orang ahli di bidang hukum atau bidang lainnya. Pastinya kebijakan haruslah membuat negara menjadi lebih baik, bukan malah memperburuk.
Sebelum terbit, inovasi pada kebijakan tetap harus melakukan study lebih dulu. Jangan sampai melakukan trial and error (percobaan) dalam menetapkan kebijakan, karena sangat beresiko dan menyangkut kepentingan orang banyak.
Selain kebijakan, inovasi juga dapat berupa pemahaman, ide maupun teori. Meski hanya sebuah pemikiran, tapi jangan salah. Justru hasil pemikiran itu diam-diam dapat mengubah dunia.

Saatnya Ambil Peran Sebagai Inovator
Tidak ada bangku penuh untuk para inovator. Artinya selalu ada celah untuk kita berinovasi dari masa ke masa. Semakin berkembangnya jaman, maka semakin perlu banyak inovasi yang dapat membantu kehidupan manusia.
Ada beberapa penjelasan inovasi di atas yang diharapkan dapat menjadi sebuah inspirasi untuk melakukan inovasi. Bebas mau ambil jalan yang mana. Ingin inovasi murni atau modifikasi.
Ingin berupa benda fisik, aplikasi, kebijakan, ide, teori ataupun pemahaman. Semua itu bisa kita pilih dalam rangka berinovasi.
Nah, setelah membaca ini apakah teman-teman sudah kepikiran ingin berinovasi seperti apa?




























