Follow Your Passion - Do What You Love

By | Jumat, Maret 08, 2013 39 comments
Sebelumnya apa itu passion?
Saya yakin banyak dari anda semua yang sudah tau artinya :)


Yaa, passion adalah hasrat, nafsu, keinginan besar, semangat, dll. Barusan saya cek di google translate dan begitulah arti passion dalam bahasa Indonesia, hehe

Lebih lengkapnya lagi passion adalah keinginan hati yang dimiliki manusia dan apabila terpenuhi maka manusia itu akan merasa damai dan tentram. Sehingga dapat membuatnya merasa bahagia. Tentunya passion yang kita maskud di sini adalah passion yang positif.

Passion si sebenarnya dapat disamakan dengan kegemaran atau hobi. Misal anda hobi mengoleksi tanaman hias, maka itulah passion anda. Anda merasa puas dan bahagia bila dapat memiliki berbagai tanaman hias itu. Anda senang dengan pelajaran matematika, maka itulah passion anda. Anda merasa puas dan damai setelah mengetahui rumus-rumus baru atau setelah anda berhasil memecahkan soal matematika yang sulit.

Nah, mengapa kali ini membahas tentang passion? Itu karena banyak dari kita tidak berusaha mengikuti atau memenuhi passion yang ada dalam diri kita. Meskipun ada yang mengikuti, beberapa hanya menganggap sepele passion mereka (tidak dimaksimalkan).


Ikuti Passion-mu

Kenapa harus kita ikuti? Ya karena passion inilah yang akan membuat kita berbeda dengan manusia yang lain. Tenang... meskipun berbeda dengan manusia yang lain anda tetep manusia kok, hehe .. Maksud saya adalah anda tidak akan menjadi manusia rata-rata pada umumnya. Ini yang mempermudah anda meraih kesuksesan anda.

Contoh, anda memiliki passion dalam hal menyanyi. Anda ikuti passion tersebut, anda senang bernyanyi di manapun bahkan mungkin sampai bernyanyi di WC. Lalu anda sampai ikut juga les bernyanyi karena saking cinta nya dengan bernyanyi. Nah, ini bukan tidak mungkin anda akan menjadi seorang penyanyi professional.

Memang si peran orang tua sangat berpengaruh. Orang tua biasanya sudah punya rencana sendiri untuk anak-anak nya. Rencana yang ia (orang tua) yakini akan sukses untuk anaknya. Tetapi orang tua lupa, bahwa sang anak bisa jadi memiliki passion yang berbeda / bertentangan dengan rencana orang tuanya. Seperti misal sang anak memiliki passion dalam hal komputer (program, internet, HMTL, website, desain grafis, dll), tetapi sang orang tua ingin anaknya menjadi seorang Sarjana Teknik. Nah di sini anak harus mengalah dan mengikuti rencana orang tua nya. Mau tidak mau sang anak harus berusaha mempelajari pelajaran tentang Teknik yang belum tentu akan dia sukai. Dan biasanya akan memerlukan waktu lama untuk memahami ilmu yang berada di luar passion diri kita. Malah mungkin saja dapat menjadi beban untuk anak tersebut --"

Di sini saya bukan mengajarkan untuk tidak mematuhi orang tua, hehe. Malah saya akan mewajibkan anda semua untuk mematuhi orang tua, asal perintah itu bukan perintah yang tidak baik.

Yang saya harapkan di sini, meskipun apa yang sekarang kita alami berbeda dengan passion kita. Sebaiknya kita terus "follow our passion". Anda suka tanaman hias dan harusnya anda kuliah di fakultas pertanian, tetapi anda kuliah di fakultas komputer karena keinginan orang tua. Maka lakukanlah keduanya, tetap kuliah di fakultas komputer dan anda sambi dengan belajar tanaman hias / mengoleksinya, anggap hal ini adalah cara anda ber-refreshing. Bukan tidak mungkin anda akan menjadi tentor tanaman hias atau bahkan akan memiliki toko tanaman hias yang besar.

Anda memiliki passion dalam hal musik tetapi anda saat ini ada sedang bekerja di sebuah bank. Maka tetap lakukan mainkan musik yang anda suka. Bukan tidak mungkin anda akan menjadi musisi terkenal atau menjadi personil di sebuah band terkenal.

Dapat lebih hebat lagi kalau anda bekerja sesuai dengan passion yang kita punya. Seperti memiliki passion dalam hal kuliner dan anda bekerja menjadi koki di sebuah restauran. Wah itu sungguh menyenangkan :D


Passion yang membuat anda beda dengan yang lain. Karena tidak semua orang suka tanaman hias, yang suka itu anda!! Karena tidak semua orang suka main alat musik (meskipun banyak yang suka mendengarkan), yang suka itu anda!! Maka pertahankanlah dan ikuti passion anda. Saya amat yakin itu akan sangat berguna untuk hidup anda. Meskipun tidak sampai terkenal, tetap anda akan merasakan manfaat dari passion yang anda miliki.


Caranya?

Tentu saja anda harus tahu dulu apa passion yang anda miliki. Apakah itu musik, fisika, bahasa asing, komputer, olah raga, dll. Lalu anda ikuti passion anda. Sangat beruntung apabila orang tua juga turut mendukung passion anda. Maka anda akan lebih jauh melesat berkembang di passion tersebut.

Untuk para orang tua dan untuk para calon orang tua, pintar-pintarlah menyelidiki passion dari sang anak. Misal dari kecil sudah suka mencet-mencet piano / keyboard. Maka ajak dia untuk mengikuti les piano sedari kecil. Lihat saja beberapa tahun ke depan. Sang anak insya Allah akan mahir memainkan piano :D

Sebagai penutup posting ini.. Berikut ini video dari Deddy Corbuzier, memang judulnya tentang sekolah di Indonesia. Tetapi ada sangkut pautnya kok dengan passion yang sedang kita bahas ini...hehe. Sangat disarankan untuk di dengarkan apa yang beliau sampaikan :)


Alhamdulillah selesai juga postingan ini, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.. aamiin :D

NB : Contoh seorang anak di atas yang memiliki passion komputer tetapi kuliah di fakultas teknik (teknik sipil) adalah saya sendiri, xixi. Alhamdulillah saya mengikuti passion saya dan tetap kuliah di fakultas teknik. Hasilnya ya saya dapat membuat blog ini dan dapat menghasilkan uang sendiri, tentu saja gara-gara Follow My Passion yaitu mempelajari komputer (program, internet, HMTL, website, desain grafis, dll)... Trust me, it works... hehe xD

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
comments

39 komentar:

  1. kalo katanya kahlil gibran "anakmu bukan anakmu, mereka adalah putra putri kehidupan yang mendambakan kehidupannya sendiri" :) passion kita kdg berbeda dgn passion org tua, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. anakmu bukan anakmu, seperti judul sinetron aja ya mbak, hehe
      Wah ternyata Kahlil Gibran pun berkata demikian, mantap ni sebagai ilmu untuk saya nanti kalau sudah menjadi orang tua :)
      terima kasih mbak kunjungannya :)

      Hapus
  2. Sudah saya duga salah satu contohnya itu anda sendiri hehe .. :-)

    Hm ... kadang orang tua itu melihat passion anak dan berpikir "anak saya apakah akan sukses dengan passionnya itu" ( Menyepelekan Passion Anak ) :-t .

    Sehingga orang tua merencanakan untuk mengangkat anak beralih ke passion yang lebih baik menurutnya yang dapat mendatangkan kesuksesan anaknya di masa depan $-) .

    Orang tua hanya ingin satau melihat anak-anak sukses berkat bimbingannya ( sedikit egois tapi sebenarnya sangat baik untuk si anak ) :-? .

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe tau aja ni bang rayen klo itu saya sendiri :-)

      ya nama nya jg orang tua, selalu ingin memastikan anak nya bisa sukses, hoho jadi tetap harus kita turuti :)

      Hapus
  3. kalau saya sejak dulu passion nya mungkin dalam hal musik. dari musik saya lumayan sering dan banyak dapet duit..hehe namun itu tetap hanya saya jadikan sampingan aja , jadikan hobi yang bukan sekedar hobi doang..

    sama sob, saya juga kuliah diteknik sipil. :D

    tapi sampai sekarang belum menghasilkan apa2 dari ilmu kesipilan, malah dari event2 musik bisa dapat uang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mantap bgt ni bro, hehe itu yg saya maksud untuk mengikuti passion .. dari hobi yang kita tekuni sbgai sampingan saja kita bisa menghasilkan duit. apalagi klo kita tekuni dgn serius :d

      asiik, salam teknik sipil bro :)

      alhamdulillah dr ilmu kesipilan saya pernah menghasilkan duit..
      tp tetep saja hasil dr passion yg saya tekuni saat ini lebih banyak dpt duit nya :-)

      Hapus
  4. kalau aku passionnya jadi guru hehehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. wih senangnya mbak Mei ni :)
      passion nya pas bgt dengan profesi nya. yaitu menjadi seorang guru.. woww,, #applause :D
      hehe selamat ya mbak :)

      Hapus
  5. gue sering denger quote macam gini nih "Do what you love, Love what you do"
    kalo love.nya positip mah oke2 aja, kalo negatip mah ancur bisa itu :D
    nice post bang :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, kalo negatif jg ttep bisa sukses kok. misal jd pencuri professional, boss mafia/terrorist, bandar narkoba, koruptor handal.. haha
      sukses kn mereka :D

      yup ambilah passion yang positif, yg nanti nya tidak merugikan orang lain. syukur-syukur malah menguntungkan orang lain :)

      Hapus
  6. wah good job sob.
    bner jg kata2 nya, follow your passion....

    BalasHapus
    Balasan
    1. good job too sob.
      ayoo sob,
      follow your passion :D

      Hapus
  7. Cara yg tepat u/ melangkah menuju kesuksesan

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap ini salah satu cara nya :)
      insya allah dapat mempermudah menuju kesuksesan yang baik

      Hapus
  8. Jangan jadikan anakmu seperti dirimu, katanya sih gitu....
    si anak, biarlah dia menjadi apa yang dia mau...
    #Koment apa ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak jg tetap membutuhkan support dari orangtua, dan orang tua jg pnya kewajiban untuk mengarahkan anaknya agar menjadi sukses dunia akhirat :)

      Hapus
  9. anak hrs lbh hebat dr orang tuax... *smile

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha betul ni,
      tp bagaimana ya misal kalo orangtua nya itu adalah seorang presiden. klo anaknya harus lebih hebat bgaimana ya? :d

      Hapus
  10. @Citra Pradipta Hudoyo, wow keren nih, artikel yg sangat bermanfaat untuk banyak orang, terutama para GURU dan ORANG TUA.....hehehe..

    izin share artikelnya ya....
    #salam kaizen :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mas dani, ini seharusnya di pahami oleh para guru dan orang tua. karena peran mereka besar sekali untuk mengolah bakat dari anak-anak :)

      silakan mas :-)

      Hapus
  11. kalo aku passion nya pengen jadi bisnis girl sama guru hehe ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik donk,
      jd guru sambil nyambi bisnis (o)

      Hapus
  12. artikel nya bagus (o)
    tapi sayangnya belum menemukan passion saya yang sesungguhnya ;(

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih :)
      kalau begitu segera temukan passion mu , hehe

      Hapus
  13. berbobot sekali, passion aku apa ya? *mikir 5 taun* :-?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, tidak perlu mikir ampe 5 tahun.
      cukup tanyakan pd dirimu sendiri, kegiatan apa yg km cintai :)

      Hapus
  14. tapi kebanyakan passion anak dengan keinginan orang tua itu berbeda
    ada baiknya bila diselesaikan dengan diskusi
    dan semoga pula ada jalan keluar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap bener banget,
      dan seperti yang dikatakan Dedy Corbuzier, sebaiknya sang anak juga menceritakan pd orang tua ttng passion nya.

      Hapus
  15. emang bener nih artikel sangat menyentuh ;-(

    BalasHapus
  16. Artikelnya benar-benar keren (o)
    Makasih sudah mau berbagi ilmu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah :)
      iya sama*, mkasih udh berkenan membaca..

      Hapus
  17. saya masih belum punya passion

    BalasHapus
  18. Aku punya banyak hobi, semua dilakuin sesuai mood. Akhirnya bingung passionku yang mana :(

    BalasHapus
  19. Pengalamanku nih ya mas, udah masuk jurusan yang sesuai passion, eh pas udah masuk ternyata busuk banget di dalamnya, terus gak tahan, terus keluar deh. Menurutku, passion terkadang harus realistis hehe *maap kalau gak nyambung

    BalasHapus
  20. soal Deddy Corbuzier komentarin sekolah, saya gak sepenuhnya setuju, soal pelajari hal lain selain yang disuka, itu emang gak akan kepake klo fokus ama passion, tapi gak ada salahnya untuk nambah pengetahuan.

    BalasHapus