
"Aku tidak gentar menghadapi orang yang telah berlatih 10.000 jenis tendangan, tetapi aku akan gentar menghadapi orang yang berlatih satu jenis tendangan sebanyak 10.000 kali." ~ Bruce LeeBagi Bruce Lee bertemu orang yang telah berlatih 10.000 jenis tendangan tidaklah suatu yang istimewa, karena tendangannya tidaklah expert dan umum seperti biasa. Beda hal nya dengan orang yang telah berlatih satu tendangan saja sebanyak 10.000 kali. Wuiih bayangkan betapa dahsyat tendangan yang orang itu miliki.
Quote dari Bruce Lee secara tidak langsung mengarahkan kita untuk dapat fokus mempelajari suatu hal. Karena apabila kita belajar banyak keahlian tentu kita tidak akan bisa expert (ahli), sebab waktu kita telah habis untuk belajar bermacam-macam hal yang berbeda.
Beda halnya jika kita fokus mendalami suatu bidang saja. Tentu efeknya kita akan menjadi jauh menguasai bidang tersebut dan kelak akan menjadi expert di bidang tersebut. Kalau pun kita mengerjakan sesuatu misalnya skripsi bagi mahasiswa, kalau kita mengerjakan dengan fokus tentu akan cepat selesai dan hasilnya maksimal.

Seperti yang dulu kita pelajari saat praktikum pelajaran IPA. Cahaya matahari tentu terasa hangat. Namun, apabila kita gunakan kaca pembesar. Maka cahaya hangat matahari akan fokus ke satu titik, dan akhirnya dapat membuat benda terbakar. Dan juga tetesan air yang terus menerus jatuh di satu titik (fokus) akan membuat batu menjadi berlubang. Nah, itulah kekuatan dari fokus.
Fokus dengan kata lain dapat membuat kita lebih cepat matang di suatu hal. Sebab, tenaga dan pikiran kita tentu hanya digunakan untuk bidang tersebut dan tentu hasil yang kita dapatkan akan maksimal. Boleh saja kita melakukan banyak hal, namun tentu harus tetap ada yang harus difokuskan.
Biasanya si orang akan lebih akan mendalami suatu hal apabila itu termasuk dalam kesukaannya / passion. Karena dasarnya sudah suka, maka tentu akan dengan senang hati menekuni hal tersebut. Seperti contohnya Bruce Lee, ia sejak kecil sudah menyukai seni bela diri. Maka, ia pun terus berlatih bela diri karena atas dasar suka. Dan melakukannya tanpa ada rasa beban, hingga akhirnya ia pun expert di bidang bela diri.
Kelak passion yang telah kita kuasai dengan matang akan menjadi ciri khas dari kita di saat ini atau di masa yang akan datang. Misal passion kita adalah menulis, tentu kita akan dikenal oleh orang lain sebagai orang yang suka dunia menulis. Terlebih lagi apabila kita menghasilkan suatu karya seperti buku, kita akan diberi label penulis oleh orang lain. Itulah yang menjadi ciri khas kita.
Perlu diingat, yang perlu kita fokuskan tentu adalah hal yang baik. Misal yang buruk itu mencuri, masa kita mau fokus dalam hal mencuri dan berharap akan expert dalam hal mencuri. Itu kan sangat disayangkan, pikiran dan tenaga kita difokuskan untuk memiliki keahlian yang tidak baik. Kalian sudah dewasa, tentu sudah tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Apakah Harus Fokus di Passion yang Sudah Kita Miliki?
Memang melakukan hal yang sesuai dengan passion adalah hal yang menyenangkan, namun sebenarnya tidak selalu harus passion yang kita fokuskan. Sebab, belum tentu passion itu sendiri memang cocok atau bermanfaat untuk kita. Ini tergantung dari situasi dan kondisi di lapangan. Kita sepatutnya dapat berpikir jauh ke depan tentang prospek dari hal yang kita fokuskan ini. Cukup tanyakan dalam diri kita "Ada manfaatnya atau tidak?"Passion itu bukan bakat atau bahkan bawaan sejak lahir, itu tercipta karena kita telah mencobanya dan kita pun jadi menyukainya. Akhirnya kita menikmati untuk melakukannya, karena terasa menyenangkan. Nah, oleh karena itu sangat besar kemungkinan passion kita dapat berubah di masa yang akan datang. Bisa saja kita akan menemukan hal yang lebih menyenangkan daripada sebelumnya, sehingga fokus kita jadi berubah. Terlebih kalau di masa yang akan datang kita tahu kalau passion kita itu kurang bermanfaat, bukan tidak mungkin kita akan menghilangkan passion tersebut.
Sebaiknya kita lakukan hal yang bermanfaat lalu kita nikmati. Jadikan hal bermanfaat itu sebagai passion. Kalau kita terus menerus melakukan hal tersebut, lama kelamaan kita juga akan mencintai kegiatan tersebut. Nah, passion itu ternyata dapat diciptakan.
Kembali Fokus
Tuh kan, lagi bahas tentang fokus malah jadi bahas tentang passion. Awalnya saya tidak ingin membahas passion karena dulu pernah menulis postingan tentang passion, namun saat menulis malah nyambung ke passion. Ya itu si karena memang benar, kita akan lebih mudah fokus apabila yang ditekuninya adalah hal yang kita sukai, hehe...Mumpung masih ada waktu, kita sekarang intropeksi dan bertanya pada diri sendiri. Apakah selama ini saya fokus dalam melakukan suatu hal atau tidak? Sebab dengan kita mengfokuskan diri dalam menekuni suatu hal, kita jadi bisa memiliki keahlian yang jarang dimiliki orang lain.
Fokuslah dengan apa yang kita inginkan. Dengan mengfokuskan diri itu artinya kita memiliki tujuan yang terperinci. Fokus akan membuat kita memiliki banyak solusi untuk mengatasi masalah - masalah yang akan timbul di perjalanan kita mencapai tujuan, sekaligus akan memiliki acuan / panduan untuk kita untuk melangkah.
By the way....
10.000 jenis tendangan Vs 1 tendangan itu bisa dikatakan sebagai Kuantitas Vs Kualitas.

