Kehilangan Bukanlah Suatu Akhir

By | Kamis, April 30, 2015 51 comments
Kehilangan Bukanlah Suatu Akhir
***
Kehilangan Adalah Sacrifice
Peristiwa kehilangan mungkin menjadi momok yang menyebalkan bagi kebanyakan orang. Apa yang sebelumnya telah kita miliki, berakhir dengan keadaan tak memiliki lagi. Namun, entah mengapa saya yakin kalau peristiwa kehilangan itu adalah sebuah sacrifice. Mungkin lebih mudahnya dapat dikatakan sebagai pengorbanan atau tumbal.

Nenek moyang kita tahu betul tentang tumbal ini. Mereka mengorbankan sesuatu untuk para dewa/leluhur untuk mendapatkan hal baik. Untuk mendapatkan sesuatu yang baik tentu perlu ada pengorbanan. Pada zaman jahiliyah tersebut ada bermacam-macam yang dikorbankan seperti sesaji, harta, bahkan nyawa.

Upps, saya tidak mengajarkan kalian untuk seperti itu. Hanya saja dari situ kita bisa petik logikanya. Bahwa perlu pengorbanan untuk mendapatkan hal baik.

Sekarang begini, banyak sekali kasus kehilangan yang dialami oleh manusia, entah kehilangan harta ataupun cinta. Sadarkah kalian kalau kehilangan hal tersebut itu termasuk tumbal/pengorbanan?
Pengorbanan yang terjadi secara tidak sengaja dan tidak kita inginkan, terjadi spontan di luar rencana kita. Namun, itulah proses dari kehidupan. Semua manusia pasti pernah mengalami situasi kehilangan dalam hidupnya.

Dengan ada suatu yang hilang, Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik. Anggap suatu yang telah hilang sebagai tumbal agar kita bisa mendapatkan yang lebih baik. Namun tentu saja ada syaratnya, yaitu kita harus sabar dan mengikhlaskan hal yang hilang itu. Seperti hal nya kita bersedekah dengan rasa ikhlas.

Apa yang telah hilang tidak selalu diganti sama dengan yang hilang. Kalau misal hari ini kita kehilangan uang, bisa saja Tuhan akan menggantikan uang itu dengan uang yang lebih banyak suatu saat nanti. Namun, dapat juga uang yang hilang itu diganti Tuhan dengan kelak kita akan memiliki teman-teman yang baik.

Kita kehilangan cinta (misal : pacar), bukan tidak mungkin kelak kita akan mendapatkan cinta yang lebih baik. Misal pun belum diganti dengan cinta yg lebih baik, Tuhan bisa saja menggantikannya dengan prestasi dan kesuksesan dalam hidup kita.

Nah bagaimana kalau yang hilang itu bukanlah suatu benda fisik, seperti halnya kehilangan motivasi atau semangat? Cukup tanyakan pada diri sendiri dan sadarilah pasti ada sebab logis yang menyebabkan kita kehilangan semangat/motivasi dalam hidup.

Kasus kehilangan cinta, itu bisa saja menjadi alasan yang kuat kenapa kita kehilangan semangat. Kalau kasusnya begini, ini artinya kita masih belum bisa sabar dan ikhlas menerima masalah itu. Sebab, kalau kita sudah bisa ikhlas tentu malah kita akan bersemangat untuk mendapatkan cinta yang lebih baik lagi.

Di sini bahayanya pikiran dan perasaan manusia, sebab dengan adanya 1 kehilangan bisa merambat menjadi banyak kehilangan.  Kasus kehilangan yang bukan dalam hal fisik itu banyak sekali, seperti kehilangan kepercayaan, kehilangan percaya diri, kehilangan keberanian, kehilangan rasa aman, dan lain-lain.

Entah apapun itu, yakinlah skenario Tuhan memang yang terbaik. Jadi ikhlaskan sesuatu yang hilang itu. Bukankah kalau tidak segera mengikhlaskan, itu malah akan terus menerus menjadi beban dipikiran kita?

Bukan Selalu Hal Baik Yang Hilang
Manusia itu pada dasarnya memang sering kurang bersyukur. Disaat apa yang kita sukai itu hilang, tentu yang akan merasa sakit hati dan mulai banyak mengeluh. Namun, jarang sekali ada yang sadar bahwa kasus kehilangan itu tidak selalu hal yang baik saja. Hal yang buruk pun bisa juga hilang, nah kalau yang buruk hilang tapi kenapa kita tidak bersyukur? Atau bahkan mungkin tidak menyadarinya?

Contoh hal buruk yang sederhana adalah rasa malas. Misalkan kita sudah seminggu malas untuk berbuat hal yang produktif, tentu ini adalah hal buruk bukan? Nah, kemudian ada suatu momen yang membuat rasa malas itu hilang. Entah, mungkin saja ada seseorang yang menginspirasi atau membuat kita termotivasi untuk maju. Sehingga kita pun kehilangan rasa malas dan mulai bersemangat untuk menjadi orang yang lebih baik. Bukankah ini patut untuk disyukuri?

Kini mungkin ada pertanyaan, apakah hal buruk itu termasuk dalam sacrifice? Jawabannya benar itu juga merupakan sacrifice. Disini ada dua kemungkinan sebab hilangnya hal buruk itu.
  • Sebab pertama, dengan mengorbankan rasa malas tersebut. Kini rasa malas tersebut digantikan oleh Tuhan dengan rasa semangat yang kuat.
  • Sebab kedua, hal buruk yang hilang itu adalah hasil dari hal yang pernah kita korbankan sebelumnya.
Sebab pada point pertama saya rasa Anda sudah bisa paham. Nah kalau sebab kedua itu artinya sebelum hal buruk itu hilang (misal : rasa malas), dahulu kita pernah kehilangan sesuatu. Hal yang dulu hilang itu yang kini digantikan oleh Tuhan dengan hilangnya hal buruk di masa sekarang.

Jadi tidak ada yang sia-sia dari suatu kehilangan, sebab apabila kita ikhlas dan sabar InsyaAllah kita akan diberi gantinya yang tentu lebih baik dari yang telah hilang tersebut.

****
"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy"

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
comments

51 komentar:

  1. Emang bener, sih. Gak semua kehilangan itu menjadi keadaan di mana kita menjadi pribadi yang berubah. Tat kala, kita punya sisi lain yang masih harus diperjuangkan.

    Bersyukur, sabar, dan ikhlas seperti yang disampaikan di atas, merupakan cara terbaik untuk menerima kehilangan itu. Karena hilang tak selamanya menyakitkan.

    Semoga gue juga bisa kehilangan rasa malas dan menjadi rasa yg semangat. Aminn..

    Semoga menang di Best Articelnya, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener om Arya, apa yang hilang kelak akan digantikan dengan yang lebih baik. Dan dalam bentuk yang bisa berbeda dengan yang hilang. Entah dalam bentuk fisik maupun non fisik. Yang pasti, hal itu lebih baik dari yang hilang itu.

      Haha, aamin... Kalau masalah malas mah saya itu. Malas nulis di blog. Masa sebulan cuma post 3 artikel doank :D

      Oke makasih, semoga om Arya yang menang lagi aja.. wkwk

      Hapus
  2. Kehilangan memang kadang menjadi suatu hal yang menyakitkan, apalagi kalau kita kehilangan sesuatu yang sangat kita sayangi, pacar atau barang kesayangan.

    Walaupun begitu, kadang ada juga hal buruk yang hilang, dan itu jarang kita sadari, karena kebanyakan cuma hal baik yang hilang yang kita sadar. Lu udah bilang soal malas. Contoh lain bisa juga kehilangan muka cemberut, alias sekarang jadi murah senyum. Mungkin saja itu akibat dari dulunya ada suatu hal yang diambil Tuhan kepada kita dan kita pernah cemberut, tapi sekarang kita sudah sadar, dan akhirnya jadi malah murah senyum.

    Good luck ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu memang wajar kalau merasa begitu saat ada yang hilang, hehe manusiawi :)
      cuma yang penting bagaimana kita bisa mengelola emosi agar bisa sabar, ikhlas dan banyak bersyukur.

      Haha, benar.. lagian muka cemberut itu ga enak loh. Cepat bikin keriput :P

      Hapus
  3. Kehilangan disamakan dengan sacrifice ? apalah itu gue gak paham dengan istilah itu. hehehe

    kalau kehilangan dikaitkan dengan pengorbanan gue paham, sama hal dengan istilah ekonomi opportunity cost (biaya peluang). jika kita dihadapkan oleh kedua pilihan, tapi kita harus memimilih salah satunya. seperti : gue yang baru lulus SMA bisa memilih untuk langsung kerja atau lanjutin kuliah. keduanya sama bagus mempunyai peluang. namun kita harus memilih salah satu dan mengorbankan pilihan kita. ketika kita memilih kerja berarti kita mengorbankan kuliah kita, dan kehilangan kesempatan untuk jadi sarjana. kalau kita memilih kuliah berarti kita mengorbankan kesempatan kerja, dan kehilangan pekerjaan. (oke deh gak usah terlalu serius deh bacanya hehehe).

    bagus nih tulisannya menjelaskan kehilanga dari dua sudut yang berbeda. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sacrifice itu artinya perngorbanan bro :D

      Asik dah, ilmu ekonominya keluar.. hehe tapi itu benar adanya. Bahkan untuk bisa menjadi seseorang yang lebih baik, kita harus bisa mengorbankan pilihan hidup.

      Dan sebenarnya kalau pilihannya seperti mau kuliah atau kerja, itu tergantung sikon saja. Kalau bisa kenapa tidak kuliah sambil bekerja? haha klo di sini yang dikorbankan adalah waktu dan tenaga lebih :3

      Hapus
    2. Oh itu artinya, dapet pengetahuan baru deh lumayan, biar gak keliatan culun banget. hehehe

      hahaha maklum lah anak IPS, selalu melihat peluang dan memikirkan keuntungan, hehehe

      iya juga sih bisa juga, tar yang jadi pengorbanannya kita kehilangan waktu untuk bisa beristirahat lebih dan kumpul bareng sama temen-temen.

      Hapus
    3. Haha sip dah, penting ituh mencari peluang buat dapetin keuntungan :D

      Nah itu, kan kasian jg klo waktunya abis di situ. Tp, positif nya jg ada. Kn jadi lebih cepat banyak pengalaman ketimbang orang lain :)

      Hapus
    4. Haha sip dah, penting ituh mencari peluang buat dapetin keuntungan :D

      Nah itu, kan kasian jg klo waktunya abis di situ. Tp, positif nya jg ada. Kn jadi lebih cepat banyak pengalaman ketimbang orang lain :)

      Hapus
  4. Duh. Aku jadi ingat cerita pas masih kecil dulu... Kalau ada pembangunan jembatan, nah itu harus pake tumbal. Tapi kayaknya cerita itu dibuat cuma untuk nakut-nakutin anak-anak aja, deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kenapa bahasnya malah tumbal yang seperti itu si, wkwk
      Kalau gitu mah persis di jaman jahiliyah.. ckck pakai sesaji segala.
      Tapi, mau gimana lagi terkadang sang kontraktor harus mengikuti adat setempat untuk membangun sesuatu seperti gedung/jembatan -_-

      Hapus
  5. Bner banget, kehilangan bukan akhir segalanya.

    BalasHapus
  6. Ingat, Sesuatu yang hilang, pasti karena kita kelebihan. :D
    Seperti dompet, kalau ketebelan, duitnya gak bakal bisa masuk.

    Artinya, harus ada yang sengaja dikeluarkan. Ber.se.de.kah. Hihihihi... Jadi religius akunya.
    Positif thinking, kenapa kita kehilangan, karena kita ternyata lama tidak beramal.

    Nice!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, itu bisa sbg pengingat klo kurang beramal.
      Haha, jadi bisa dibilang mending bersedekah dulu sebelum nanti hilang :D
      Yap, meski hilang. Kalau kita bisa sabar, ikhlas dan masih bersyukur... InsyaAllah akan digantikan kok :)

      Cuma, kenapa kita nunggu hilang dulu? Klo sudah sadar seperti itu, mending sedekah dulu kan. Toh ada pahalanya, daripada hilang :D

      Hapus
  7. Hmm... Anggap kehilangan sebagai tumbal. Jadi, kita membutuhkan pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Bener banget. Masuk akal dan bisa diterima logika.

    Namun sayangnya banyak orang yang masih menganggap bahwa kehilangan adalah sesuatu yang tidak mengenakkan dan tidak adil baginya. Padahal sebenarnya Tuhan sudah menyiapkan pengganti di kemudian hari asalkan kita mau bersabar dan pantang menyerah.

    Bagus banget tulisannya kak! Sangat memotivasi dan mengubah mindset :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha bisa diterima logika. Jadi inget lagu nya agnes mo. "Hidup ini, kadang kadang tak ada logika" :3

      Nah itulah manusia, kita jg mungkin seperti itu juga. Hehe namanya jg kehilangan, pasti tidak enak bro. Maka nya kita harus belajar ikhlas dan banyak bersyukur :)

      Makasih bro, semoga bermanfaat :D

      Hapus
  8. Bener banget bro. Untuk mendapatkan sesuatu hal yang baik dan kita inginkan itu perlu pengorbanan, yang bahkan terkadang sangat berat untuk dikorbankan. Pengorbanan itu perlu pertimbangan yang matang banget, biasanya dibalik pengorbanan terdapat beberapa pilihan yang lebih mudah tapi tak dapatkan hasil yang dimau.

    Terkadang harus rela melepaskan hal yang baik demi hal yang baik lainnya, dan terkadang harus rela melepaskan sesuatu yang sangat baik demi hal yang buruk untuk mencapai sesuatu yang jauh lebih baik.

    Kerenlah, motivasinya kehilangan bukanlah suatu akhir. Bener banget, kerasa krenyes krenyes dipikiranku untuk dipertimbangkan kembali di pengalaman selanjutnya yang mungkin akan terasa makna krenyes itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha seringnya yang hilang itu terjadi secara tidak sengaja. Diluar rencana kita sendiri, disinilah yang membuat hati sangat kesal, banyak dari kita yang tidak punya persiapan untuk menghadapi masalah itu :3

      Wkwk krenyes krenyes bagaimana ituh? Ky lagi makan kerupuk ama sayur asem ni :D

      Hapus
  9. pengorbanan memang diperlukan untuk meraih sesuatu. dan resiko dari pengorbanan ya... kehilangan. tapi, memang nggak selalu hal baik yang hilang. kehilangan bukan melulu hal negatif. dan gue pun sedang berjuang mati-matian untuk menghilangkan rasa malas yang sudah menjadi momok dari awal tahun ini. mantap lah bro. cocok jadi motivator nih lo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, kenapa momok remaja sekarng itu berkutat dengan rasa malas yah :D

      Wkwk ga cocok bro klo motivator, lebih cocok jd brainstomer :D

      Hapus
  10. kehilangan sama seperti pengorbanan. Bisa iya bisa nggak, soalnya kadang manusia suka nggak ikhlas dan nggak bersyukur, terus gimana mau mendapat yang lebih baik? Kalo rasa malas hilang, pastinya itu kehilangan yang positif, jadi kehilangan pun bisa bersifat positif. Setiap orang tentunya pernah mengalami kehilangan, tinggal bagaimana harus ikhlas dan bersyukur atas apa yang ada :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk, itulah manusia. Saya jg kdang gt kurang bersyukur -,-

      Harus banyak banyak latian bersyukur nih kita :)

      Hapus
  11. gue suka banget bro cara lo menganalogikan kehilangan seperti sebuah tumbal hehe. dalam hidup pasti kita tidak akan terhindarkan dari peristiwa kehilangan yaa, malah mungkin setiap hari kita akan kehilangan walau itu adalah hal-hal yang sepele. jadi percaya adalah kuncinya yaa, percaya kalo Tuhan akan mengganti yang lebih baik lagi dari apa yang sudah hilang dari kehidupan kita. setelah itu tinggal ikhlas aja, biar semuanya bisa lega.

    yang poin kedua kayaknya jarang banget terjadi. tapi itu juga bisa dijadikan sebagai salah satu contoh bahwa Tuhan akan mengganti kebaikan kita yang hilang dengan menghilangkan keburukan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, dianalogikan seperti itu agar kita lebih mudah mengikhlaskan apa yang hilang. Sebab, kita harus yakin klo Tuhan menggantikannya dgn yang lebih baik.

      Hmm entah lah, itu memang benar jarang. Atau memang kita nya saja tidak sadar.. Hehe

      Hapus
  12. saya dulu juga pernah kehilangan cewe mas,, gatau digondol siapa namun saya tak peduli sampai akhirnya mendapatkan yang jauh lebih baik.bukan hanya itu bersama kekasih baru saya juga kehilangan rasa malas. dukungan semangat juga selalu dilontarkan pada saya..
    ya itulah teka-teki kehidupan..perputaran hidup mungkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha asik dah, sudah digantikan dengan yang lebih baik. Syukurlah sudah bisa ikhlas :D

      Hidup memang penuh misteri...

      Hapus
  13. Dari tuisan ini aku sadar kalo yang namanya kehilangan gak selalu menyakitkan. Mana ada yang menyakitkan ketika kehilangan rasa malas? Yang ada malah jadi seneng dan lebih semangat lagi dong ya.

    Emang bener sih, namanya kehilangan bisa karena--ya... sebut aja--karma. Atau karena someday, akan ada "hadiah" yang lebih baik dari sesuatu yang hilang saat ini. Namanya hidup emang berproses. Mau serumit apa pun prosesnya, nikmatin aja deh pokoknya hihi.

    Kehilangan emang banyak macemnya. Tapi menurutku kehilangan yang paling bikin sakit itu... kehilangan semangat hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh, sayang nya banyak yang ga sadar klo ada hal buruk yang hilang...

      Hhe kita harus banyak belajar ikhlas, sabar, dan bersyukur :)

      Kehilangan semangat hidup? Itu bisa digantikan dgn kehidupan yang lebih abadi kelak :(

      Hapus
  14. Duh suka agak ngilu gitu kalau yang dibahas soal kehilangan -'-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibaca yang bener atuh bro, yang ditulis diatas kn malah menyembuhkan dari ngilu :)

      Hapus
  15. dengan adanya rasa kehilangan terkadang kita bisa mendapatkan yang lebih ya mas,dan benar juga seharusnya jika kehilangan sesuatu yang buruk iytu kita harus bersyukur.intinya harus padai-pandai bersyukur ya mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh, selama ini memang sperti itu. Semakin lama kita hidup, sepatut nya kita semakin sadar klo apa yang hilang itu telah digantikan dgn yg lebih baik. Karena jelas kita sudah mendapatkan yg lebih baik itu :)

      Hapus
  16. aaa ga kebayang gimana klo kata itu kejadian
    pasti kayak ada satu sisi yang hilang pfff

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, maaf saya agak ga paham ama komen mu ni :3

      Komen nya bisa multi tafsir, jd nya takut salah paham nih :)

      Hapus
  17. Kata - katanya bener banget kak. Pernah denger kata2 yg bilang kalo Allah akan mengganti apa yg hilang dengan sesuatu yg lebih baik. dan baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. tpi pada hakikatnya kehilangan itu menyakitkannya karena membuat kita harus terbiasa dengan keadaan yang tidak biasa. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe sip, itu hadist :)
      Untuk itu kita harus belajar ikhlas, sabar, dan bersyukur. Agar saat ada kehilangan kita tidak merasa sakit terlalu lama :)

      Hapus
  18. Ada banyak jenis kehilangan di dunia ini memang kakak..ada kehilagan yang memang harus kita hilangkan seperti rasa malas ada jyga kehilangan yang menuju pada pergantian yg lebih, ada juga kehilangan yang tdak bsa digantikan seperti kehilangan karena maut, ya gitu kk...hehehe..,wah postingannya penuh motivasi ya..kayaknya baru kaoi pertama ini aku kesini. Salam kenal nyaaaakkk..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoho, masalah nya bukan sperti itu yg dibahas. Tapi, msalahnya disaat ada hal buruk yg hilang, jarang ada manusia yanh bersyukur dan malah tidak menyadarinya.

      Tapi saat ada hal baik yg ilang, ya gitu deh. Sering mengeluh dan sedih berlarut.

      Kehilangan karena maut? Hehe bisa digantikan donk. Digantikan dgn kehidupan yang abadi kelak :)

      Km udh pernah ke sni woy, cuma ini ganti tampilan. Jadi beda :D

      Hapus
  19. Kalau apapun yang kita raih itu selalu gampang, kita nggak tahu kalau kehilangan itu menguatkan. Lah, ini komen gue nyambung kagak? :D

    Ya, apapun memang butuh pengorbanan bro, apapun deh. Bahkan pengorbanannya harus kehilangan hal yang lain juga. Misalnya buat ngelanjutin karir, kita harus kehilangan pacar. Biar bisa konsentrasi ke karir. Hahahahahha, sakit sih, tapi pasti ada hikmahnya di balik kehilangan pacar tersebut. Rencana Tuhan selalu indah, walaupun prosesnya sakit.

    BalasHapus
  20. Artikel ini memberikan wawasan terbaru buat saya, wacana pembahasan ini sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  21. Aku setuju, kadang kita kehilangan untuk diganti oleh Allah dengan yang lebih baik. :)

    BalasHapus
  22. Beneeeer.. :D Terkadang dengan kehilangan kita akan belajar semakin dewasa dan bijak dalam menghadapi sesuatu :3

    BalasHapus
  23. Gue suka tulisan lo mas citra wkwk.. oke oke fokus..

    Gue merasa terbuka kembali setelah membaca ini, ketika kita kehilangan, apapun itu baik itu uang atau pacar atau apapun, semua itu bukanlah hal buruk jika kita mengihklaskan, yang buruk itu jika terus memikirkan kehilangan itu tanpa mengetahui itu adalah suatu pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu yang baik. Jika dikaitkan dengan tumbal, gue baru engeh, seseorang mengorbankan sesuatunya itu untuk mendapatkan sesuatu yang lebih atau yang dia inginkan. hmm serius dari tulisan ini gue berterimakasih. semoga semua dari kita dapat mengorbankan rasa malas, untuk sesuatu yang bermanfaat ya :D jangan sampai kita yang menjadi korban dari apa yang kita korbankan hhe ...

    BalasHapus
  24. Iya ya, kadang kita memang gk sadar kalau kehilangan bisa juga kehilangan hal buruk. Dan harus di syukuri..

    BalasHapus
  25. saya pernah kehilangan seseorang tapi ya sudahlah mungkin bukan takdirnya :) ikhlaskan saja ...kehilangan bukanlah suatu akhir dari segalanya hehe

    BalasHapus
  26. Ambil hikmahnya aja deh kalau kehilangan :)
    yakinlah suatu saat nanti akan ada yang lebih baik

    BalasHapus
  27. sesuatu yang hilang pasti akan tergantikan..hhe

    BalasHapus
  28. apapun itu barangnya pasti akan tergantikan

    BalasHapus
  29. kehilangan itu datengnya tiba tiba, kadang susah buat ikhlas untuk sesuatu yang pergi~

    BalasHapus
  30. apa yg hilang pasti karea udah disiapkan gantinya sama Yang Di Atas, masbro, dan pasti lebih baek dari sebelumnya

    desain blognya bagus, rapi dan bersih

    met 17-an masbro hahay!

    BalasHapus