10.000 Tendangan Vs 1 Tendangan

By | Jumat, Oktober 09, 2015 61 comments


"Aku tidak gentar menghadapi orang yang telah berlatih 10.000 jenis tendangan, tetapi aku akan gentar menghadapi orang yang berlatih satu jenis tendangan sebanyak 10.000 kali." ~ Bruce Lee 
Bagi Bruce Lee bertemu orang yang telah berlatih 10.000 jenis tendangan tidaklah suatu yang istimewa, karena tendangannya tidaklah expert dan umum seperti biasa. Beda hal nya dengan orang yang telah berlatih satu tendangan saja sebanyak 10.000 kali. Wuiih bayangkan betapa dahsyat tendangan yang orang itu miliki. 

Quote dari Bruce Lee secara tidak langsung mengarahkan kita untuk dapat fokus mempelajari suatu hal. Karena apabila kita belajar banyak keahlian tentu kita tidak akan bisa expert (ahli), sebab waktu kita telah habis untuk belajar bermacam-macam hal yang berbeda. 


Beda halnya jika kita fokus mendalami suatu bidang saja. Tentu efeknya kita akan menjadi jauh menguasai bidang tersebut dan kelak akan menjadi expert di bidang tersebut. Kalau pun kita mengerjakan sesuatu misalnya skripsi bagi mahasiswa, kalau kita mengerjakan dengan fokus tentu akan cepat selesai dan hasilnya maksimal.



Quote Bruce Lee - Citra Pradipta


Seperti yang dulu kita pelajari saat praktikum pelajaran IPA. Cahaya matahari tentu terasa hangat. Namun, apabila kita gunakan kaca pembesar. Maka cahaya hangat matahari akan fokus ke satu titik, dan akhirnya dapat membuat benda terbakar. Dan juga tetesan air yang terus menerus jatuh di satu titik (fokus) akan membuat batu menjadi berlubang. Nah, itulah kekuatan dari fokus.


Fokus dengan kata lain dapat membuat kita lebih cepat matang di suatu hal. Sebab, tenaga dan pikiran kita tentu hanya digunakan untuk bidang tersebut dan tentu hasil yang kita dapatkan akan maksimal. Boleh saja kita melakukan banyak hal, namun tentu harus tetap ada yang harus difokuskan.

Biasanya si orang akan lebih akan mendalami suatu hal apabila itu termasuk dalam kesukaannya / passion. Karena dasarnya sudah suka, maka tentu akan dengan senang hati menekuni hal tersebut. Seperti contohnya Bruce Lee, ia sejak kecil sudah menyukai seni bela diri. Maka, ia pun terus berlatih bela diri karena atas dasar suka. Dan melakukannya tanpa ada rasa beban, hingga akhirnya ia pun expert di bidang bela diri.


Kelak passion yang telah kita kuasai dengan matang akan menjadi ciri khas dari kita di saat ini atau di masa yang akan datang. Misal passion kita adalah menulis, tentu kita akan dikenal oleh orang lain sebagai orang yang suka dunia menulis. Terlebih lagi apabila kita menghasilkan suatu karya seperti buku, kita akan diberi label penulis oleh orang lain. Itulah yang menjadi ciri khas kita.


Perlu diingat, yang perlu kita fokuskan tentu adalah hal yang baik. Misal yang buruk itu mencuri, masa kita mau fokus dalam hal mencuri dan berharap akan expert dalam hal mencuri. Itu kan sangat disayangkan, pikiran dan tenaga kita difokuskan untuk memiliki keahlian yang tidak baik. Kalian sudah dewasa, tentu sudah tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Apakah Harus Fokus di Passion yang Sudah Kita Miliki?

Memang melakukan hal yang sesuai dengan passion adalah hal yang menyenangkan, namun sebenarnya tidak selalu harus passion yang kita fokuskan. Sebab, belum tentu passion itu sendiri memang cocok atau bermanfaat untuk kita. Ini tergantung dari situasi dan kondisi di lapangan. Kita sepatutnya dapat berpikir jauh ke depan tentang prospek dari hal yang kita fokuskan ini. Cukup tanyakan dalam diri kita "Ada manfaatnya atau tidak?"

Passion itu bukan bakat atau bahkan bawaan sejak lahir, itu tercipta karena kita telah mencobanya dan kita pun jadi menyukainya. Akhirnya kita menikmati untuk melakukannya, karena terasa menyenangkan. Nah, oleh karena itu sangat besar kemungkinan passion kita dapat berubah di masa yang akan datang. Bisa saja kita akan menemukan hal yang lebih menyenangkan daripada sebelumnya, sehingga fokus kita jadi berubah. Terlebih kalau di masa yang akan datang kita tahu kalau passion kita itu kurang bermanfaat, bukan tidak mungkin kita akan menghilangkan passion tersebut.


Sebaiknya kita lakukan hal yang bermanfaat lalu kita nikmati. Jadikan hal bermanfaat itu sebagai passion. Kalau kita terus menerus melakukan hal tersebut, lama kelamaan kita juga akan mencintai kegiatan tersebut. Nah, passion itu ternyata dapat diciptakan.

Kembali Fokus

Tuh kan, lagi bahas tentang fokus malah jadi bahas tentang passion. Awalnya saya tidak ingin membahas passion karena dulu pernah menulis postingan tentang passion, namun saat menulis malah nyambung ke passion. Ya itu si karena memang benar, kita akan lebih mudah fokus apabila yang ditekuninya adalah hal yang kita sukai, hehe... 

Mumpung masih ada waktu, kita sekarang intropeksi dan bertanya pada diri sendiri. Apakah selama ini saya fokus dalam melakukan suatu hal atau tidak? Sebab dengan kita mengfokuskan diri dalam menekuni suatu hal, kita jadi bisa memiliki keahlian yang jarang dimiliki orang lain. 


Fokuslah dengan apa yang kita inginkan. Dengan mengfokuskan diri itu artinya kita memiliki tujuan yang terperinci. Fokus akan membuat kita memiliki banyak solusi untuk mengatasi masalah - masalah yang akan timbul di perjalanan kita mencapai tujuan, sekaligus akan memiliki acuan / panduan untuk kita untuk melangkah.


By the way....

10.000 jenis tendangan Vs 1 tendangan itu bisa dikatakan sebagai Kuantitas Vs Kualitas.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
comments

61 komentar:

  1. Iya bener, beda hasilnya orang yang sekedar tau sama yang sudah menguasai atau bahkan yang ahli..

    BalasHapus
    Balasan
    1. setidaknya si ada salah satu bidang yang bisa kita kuasai. lebih mudahnya si fokus ama hal yang kita suka namun dapat bermanfaat :)

      Hapus
  2. Wah sering denger kata-kata bruce lee itu... dan itu bener banget, fokus pada satu bidang lebih baik dari pada banyak bidang tapi nggak fokus. Dari satu bidang yang kita suka dan minat akhirnya kita jadi expert dan ahli dibidang tersebut. kalo udah ahli itu tandanya kita manusia yang berkualitas...

    wah tema tulisannya memotivasi banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. quote nya bruce lee kn fenomenal sekali. haha...
      kalau bisa menjadi ahli kan itu bisa meningkatkan kualitas kita, dibanding bisa melakukan banyak hal tapi standar saja. Fokus meningkatkan kualitas bukan kuantitas, supaya tidak boros pikiran dan tenaga :)

      Hapus
    2. Bener banget bro, apalagi kalo fokus di passion, tapi juga harus ada pendukungnya juga sih, senengnya kalo didukung orangtua kita juga wah indahnya dunia...

      Hapus
  3. Ada kalanya ketika kita fokus pasti meleng juga.
    Mungkin ketika kita fokus pada passion yang kita miliki kita bisa menyelingi dengan hal - hal baru yang ringan dan apabila rasa jenuh itu hilang kita bisa kembali fokus ke tujuan awal kita.

    keren tulisannya, jadi nyadarion orang kalau fokus ke satu tujuan itu penting :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah mengapa banyak orang yang gagal mencapai tujuannya, hehe karena tidak bisa sabar dalam fokus :D

      yup, semoga kita semua bisa fokus... aamiin

      Hapus
  4. bener banget, cukup asah kemampuan yang sesuai bidang kita. tidak perlulah menguasai semua, cukup tau dan memahami yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap, sesuai minat kita... yang lain cukup sekedar tau saja buat ga kuper, wkwk
      yang penting apa yg kita fokuskan haruslah yang bermanfaat :)

      Hapus
  5. Memang fokus itu sangat menentukan untuk sebuah keberhasilan...
    tapi butuh refresh juga pastinya, karena fokus juga manusia, punya rasa punya hati....
    *kok malah jadi nyanyi sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk refreshing itu jelas butuh..
      nah kalau kita melakukan sesuatu yang sesuai passion kita itu malah enak loh, toh kita malah nganggap melakukah hal itu adalah refreshing... karena kita suka, jd bukan beban :D

      Hapus
  6. intinya fokus ya jev.
    klo fokus pasti hasilnya maximal

    BalasHapus
  7. selama merasa senang dalam menjalaninnya pasti bisa mendapat hasil maksimal kok. sama lah kayak kita harus fokus ke satu bidang yang benar dikuasai dan cocok buat kita. kalau kebanyak bidang ya akhirnya repot sendiri tuh ngerjain ini dan itunya



    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau senang jadi tidak ada beban dalam menjalani :D
      Dan bisa terus-terusan fokus ke suatu hal itu... hehe

      Hapus
    2. ya tuh, dan emang enaknya kalau ngerjain sesuatu itu sesuai passion. jadi lebih semangat lagi nantinya

      Hapus
  8. Aku pernah denger kalimat itu waktu pelatihan etos kerja, waktu itu lagi magang dan tempat magangku juga ada pelatihanmya. Lumayan sih dapet ilmunya.

    Kadang jadi orang yang bisa mempelajari banyak bidang itu kelihatan keren, kayak lagi belajar bahasa asing langsung belajar 4 bahasa gitu. Tapi pada akhirnya keteteran sendiri, kan susah tuh.

    Pokoknya tulisannya keren lah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, quote bruce lee emg fenomenal...
      haha cocok buat materi pelatihan :D

      iya bener, kan lebih baik belajar 1 dlu, kalau udah mahir 1 bahasa asing lalu bisa belajar bahasa yang lain :)

      Hapus
    2. Gara-gara baca tulisan ini jadi kangen sama tempatku magang, tanggung jawab bang :'v
      Pas sih orang itu pelatihan etos kerja, kan diajarin gimana bisa fokus ke satu pekerjaan jika satu selesai baru kerjakan yang lain.

      Tapi kalo udah fokus ke satu tujuan kadang ada aja halangannya buat fokus, bawaannya pingin melenceng gitu ya. Haha..

      Hapus
    3. baiklah aku akan tanggung jawab,
      aku akan segera menemui bapak mu.... #eh??

      Hoho itulah tantangannya ki,
      seperti saay main game, kalau mau naik level kan harus melawan tantangan dulu :D

      Hapus
  9. Setuju sih sama quotesnya si buceli, kalau fokus kita terlalu banyak malah jadi keteteran sendiri nantinya.

    Tapi fokus sama satu hal itu sulit, terlalu banyak godaannya hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha fokus emg sulit, suka kegoda ama banyak hal. Tp ya itu tantangan nya untuk menjadi expert :D

      Hapus
  10. Suka dengan tulisan mas citra...

    Seperti kata pak jamil pekerjaan yg bagus itu hobi yg menghasilkan uang
    hobi bisa mengasah passion kita dan semuanya butuh kefokusan..

    Ditunggu tulisan selanjutnya y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah pak jamil :D
      Oh gt ya, kirain perkerjaan yg sekaligus hobi mah asik bgt itu, apalagi kalau bs ngasilin uang :)

      Hapus
  11. bener banget bro fokus adalah kunci, untuk kita menyatukan dunia~ lalalalala~
    btw tapi untuk mengembangkan nggak ada salahnya sih untuk belajar suatu hal sebanyak mungkin. cari potensi diri, jika udah ketemu, fokusin deeeeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk laskar pelangi~

      Yap, boleh bgt kalau melakukan banyak hal untuk cari jati diri dulu :D

      Hapus
  12. Wihh penuh dg analogi nih, keren deh citra...
    Klo aku memang lebih nyaman kerjain apapun sesuai passsion si

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya kalau udh passion tuh asik sih, jd ga ada beban dalam menjalani nya :D

      Hapus
  13. walaupun fokus, tapi kita harus ingat
    "sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan baper juga,ohh oke akan jatoh juga maksudnya"
    hmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepandai-pandainya kita fokus, pasti akan buyar juga, wkwk apalagi kalau udh baper... Tinggal galau dh, fokus ilang :3

      Hapus
  14. Fokus. Kok gue jdi ngerasa kontra dan pro sama postmu kali ini. Gue jadi inget dulu, iya... Dulu bgt. Ketika gue mengerjakan sesuatu yg emang udah passion gue. Gue selalu bilang "Gak akan pernah bisa mataa melihat 2 orang secara bersamaan dalam jarak yg berbeda. Tentunya butuh fokus pada satu hal yg akan kita tekuni.

    Gue percaya, sih kalimat itu. Tapi apalah daya, keadaan ngebuat gue harus sekreatif. Mungkin untuk melakukan yg terbaik. Yg jelas, gue berusaha fokus sama apa aja yg gue kerjain...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kontra nya tidak dijelasin dengan jalas nih dikau,
      haha kan jadi rancu... kesimpulan komennya jadi pro om arya

      kalau pengalamannya om arya bener seperti itu,
      berarti saat ini si om arya pikiran dan tenaganya sedang fokus untuk melakukan kegiatan yang sekreatif mungkin kn :)

      Hapus
  15. aku barusan liat quote itu juga di ig.. ngenak bgt yaa...

    bener bgt. banyak org gak fokus sama satu hal. aq juga gitu. pengennya semua di kuasai.. akhirnya keteteran.

    post ini bikin aq jd lebih semangat buat nulis novel. oke. aku mau nulis novel aja deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. di instagram? haha liat di IG siapa :p

      yup, semua nya boleh. tp tetep harus ada satu hal yang difokuskan. Ini agar kita bisa mempunyai skill lebih di atas rata-rata dari kebanyakan orang. Klo fokus ke smua nya kn sulit ngatur waktu nya :D

      Oke semangat dan selamat menulis :)

      Hapus
  16. Nice post, nih. Kualitas dan kuantitas memang tidak bisa dikerjakan berdampingan, dan kualitas is more worth it in our life.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti 1 jenderal dan ribuan pasukan, haha satu jenderal kan tugas nya mengatur ribuan pasukan tersebut. Jadi, jenderal = kualitas. Kualitas tentu di atas kuantitas :)

      Hapus
  17. Setuju, kalau kita fokus pada kelebihan diri kita...
    otomatis kita akan atau bisa menjadi expert (ahli) dibidang yang...
    kita fokuskan tadi... kebanyakan dari kita jika ditanya ttg kekurangan, maka...
    dengan cepat akan bisa menjawab, contoh... kurang kaya, kurang ganteng, kurang keren dan masih banyak lagi... giliran ditanya kelebihan, cuma bisa mikir... dan ga bisa jawab... atau takut dikira sombong... padahal kelebihan ini penting untuk kita, agar bisa fokus pada kelebihan diri kita sendiri... tulisannya sangat keren nih bro, sangat menginspirasi... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ditanya masalah kekurangan bener bgt itu,
      banyak sekali dan gampang jawabnya :D

      Kalau kelebihan ya mungkin tidak seberapa, hehe tp setidaknya kita harus punya :D

      Hapus
  18. dapet banget nih pesannya.
    quotes bruce lee itu menggambarkan tentang fokus banget. kalau kita memfokuskan ke satu hal, kita pasti bakal matang di bidang itu. kalau passion, kadang gue suka bingung men.. passion yang gue punya nggak ballance sama masa depan. alhasil, gue milih jurusan kuliah yang nggak terlalu sesuai dengan passion... entah karena gue idealis, atau gue realistis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tenang jev, aku jg milih kuliah yang tidak sesuai passion. tpi selama masa kuliah, mulai lah terbentuk passion baru, ya tentu karena lama kelamaan kita cinta dengan jurusan yang kita masuki. idealis maupun realistis itu tidak masalah, justru sifat seperti itu pun kelak akan dibutuhkan untuk menjalani kehidupan :)

      Hapus
  19. Aku ngefans lho sama Bruce Lee *gananya*

    Jadi inget wkt sd suka mainin loop, trs ada plastik dibawah sinar matahari nanti bisa terbakar hehehe

    Btw apapun passion kita ya mesti fokus biar kecapai itu tujuan. Punya passion hede tapi ga pernah fokus Sih ya percuma *menurutku*

    Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk sama donk *gananya*

      sayang sekali kurang difokusin,
      siapa tau itu kelak bisa berguna di masa yang akan datang :)

      Hapus
  20. Iya bener sih pekerjaan yang dikerjakan dengan fokus hasilnya tentu akan berbeda dengan pekerjaan yang dikerjaan dengan tidak fokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. owh tentu saja sangat berbeda,
      bahkan dari tingkat kecepatan selesainya pun berbeda. Yang dikerjakan dgn fokus tentu lebih cepat selesai :)

      Hapus
  21. Ibarat orang yang lagi nulis.. terus nulisnya bermacam2 genre... mungkin bisa bagus tapi butuh waktu lama dan gak maksimal...

    Mungkin bisa latihan nulis di genre yang sama 10.000 kali baru ganti nulis genre lain..

    Masalah passion, walopun nyaman dijalanin emang tetep kudu serius dan fokus..

    Intinya, quotes-nya keren.. dipikir2 emang iyasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wiw, 10.000 latian nulis di genre yang sama itu pasti sulit,
      wkwk bakal banyak godaan untuk menjamah genre yang lain :D

      tapi meski pun ganti2 genre, kita setidaknya sudah berlatih banyak menulis (tidak memandang genre). Berlatih banyak dalam menyusun kalimat, ciee bang edotz kn udh berhasil nerbitin buku kn. Haha mau beralih dari genre buku komedi? :)

      Hapus
  22. Sayangnya, diawal, kadang kita bingung sendiri, yang mana yang harus kita fokusin dan latih terus dan yang mana yang bakal jadi sekedar hobi aja :( *curhat*

    BalasHapus
    Balasan
    1. liat jauh ke depan, sekiranya apa yg kita fokuskan bakal berguna atau tidak. Kalau berguna lanjutkan fokusnya, hehe kalau tidak ya terserah bebas mau dijadikan sekedar hobi atau bisa fokus ke hal lain...

      Hapus
  23. ah baca postingan ini jadi bikin gue nyadar kalo selama ini gue terlalu berambisi untuk bisa dibanyak bidang dan itu yang membuat kemampuan gue gak bisa terlihat maksimal, gue bahkan gak tau pasti passion gue dimana hmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu tidak masalah res klo bisa banyak bidang,
      tapi setidaknya minimal ada 1 bidang yang bener2 ditekuni dgn matang (ahli).
      Jadi itu bisa menjadi kekuatan kita kelak di masa yang akan datang :)
      Passion itu bisa diciptakan kok, jd tenang saja...

      Hapus
  24. Bruce Lee ngmong gitu dalam konteks bela diri. Mnurut gue kalau dipaksain masuk ke konteks yg lain agak gak cocok juga.

    Orang mungkin bisa fokus sama yg dia tekuni, tapi di sisi lain dia juga harus punya kemampuan lain. Bisa ajah dijalani dua duanya. Gue yakin sama kemampuan otak kita yg tidak terbatas..

    Tapi spt apa yg lo bilang ngejalaninnya harus fokus... Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cocok bgt kok, konteks nya disini adalah fokus pada suatu hal :)
      Jadi misal pun kita menjalanin banyak hal, ttep minimal harus ada 1 bidang yang bener2 kita didalami hingga sampai jd ahli (bukan rata-rata). Nah, biar jd ahli di bidang itu tentu porsi belajarnya harus lebih banyak drpd bidang yang lain (fokus).

      kemampuan otak memang ga terbatas, hehe tp waktu dan tenaga kita yang terbatas :D

      Hapus
  25. Fokus! Fokus! Saya susah banget kalau disuruh fokus. Setela tau pentingnya fokus, semoga bisa lebih fokus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. fokus ris,
      tp saya yakin mah klo masalah nulis menulis haris pasti fokus banget, ahaha

      Hapus
  26. Citra Pradipta super sekali udah kayak Mario Teguh dan gue emang setuju abis sama opini lo. Sesuatu yg kita kerjakan, biar hasilnya maksimal emng harus dikerjakan scara maksimal dan cara ngerjain scara maksimal ya dengan cara fokus!! Jdipikiran nggak terpecah, tenaga sepenuhnya dan cinta tak terbelah. Hehehehehe... dan udah fokus dtambah passion lagi, pasti hasilnya memuaskan. Tinggal do the best and let God do the rest! Fighting!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sering nonton Mario Teguh yah mey :D
      Betul bgt, apalagi fokus dengan passion kita, pasti lebih cepat buat berkembang :)

      Hapus
  27. Iya bener banget kalau mengerjakan sesuatu dengan banyak tidak akan cepat selesai karena harus fokus pada hal-hal lainnya juga :)

    widazee.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali :)
      kalau fokus tentu pekerjaan lebih cepat selesai... kalau fokus berlatih pun akan cepat ahli tentu nya

      Hapus
  28. kadang kita diawal menggebu2 dalam melakukan sesuatu tp ditengah2 jadi kendur gara2 ada aktivitas yg lebih menarik. memang harus fokus.
    oh iya bisa minta folbacknya ? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe itulah,
      fokus memang sulit tapi harus tetap selalu dilakukan :D

      ok udh di folback :)

      Hapus
  29. Aku copy y cit...aku sertain websitemu hehehe

    BalasHapus