Semua Sama Saja

By | Senin, September 28, 2015 54 comments


"Eh, kemaren saat saya di terminal A dompet saya hilang, sepertinya dicopet orang." Kata ibu separuh baya kepada ibu-ibu PKK lainnya.

Sang ibu tersebut bercerita bahwa dompetnya telah hilang saat berada di terminal A. Lalu bilang ke ibu-ibu yang lain tentang kehilangannya itu.

Informasi tersebut pun diterima oleh ibu-ibu yang lain, sehingga menimbulkan banyak kesimpulan. Dan kemungkinan besar kesimpulannya adalah seperti berikut :

"Kalau begitu jangan ke terminal lagi deh, ntar kita dicopet."
"Hii... Terminal emang gitu, berbahaya sekali."
"Takut ah ke terminal, besok ke Jakarta pakai kereta saja."

Iya, pada akhirnya mereka seakan sepakat bahwa semua terminal banyak copetnya. Dan mereka takut untuk menaiki bis di terminal karena takut dicopet. Meski pun berani, minimal mereka akan meningkatkan level kewaspadaannya.

Eh, tunggu dulu. Ternyata kenyataannya hanya ibu itulah yang kehilangan barangnya. Dan ibu-ibu yang lain belum pernah mengalami kehilangan di terminal dan tidak tahu menahu ada info kehilangan di terminal A sebelum ibu tadi.

Lantas, mengapa mereka kini men-jugde bahwa terminal adalah tempat yang banyak copet? Ibu itu bilang kalau kehilangan dompet di terminal A dan masih samar-samar apakah dia dicopet atau tidak (mungkin saja bisa terjatuh).

Namun, informasi itu telah menjadi lebih luas saat dibincangkan dan seakan membenarkan kalau semua terminal itu banyak copet. Semua terminal banyak copet? Wow hanya dari satu kasus kehilangan di terminal A, mereka bisa menuduh semua terminal.

Paragraf di atas hanyalah ilustrasi. Ini bukan tentang ibu-ibu PKK tadi, ini tentang kita sebagai manusia. Manusia secara tidak sadar memiliki kebiasaan mengeneralisasi. Iya... Mengeneralisasi.

Suatu kebiasaan menangkap informasi dari suatu subjek tertentu, lalu menyamakan dengan semua subjek yang sama dalam suatu konteks. Subjek dalam ilustrasi di atas adalah Terminal A, sedangkan subject lainnya adalah semua Terminal.

Saya berharap Anda bisa paham hanya dengan ilustrasi tadi. Ilustrasi berikutnya ada hal unik yang diucapkan oleh beberapa wanita di saat telah dicampakan oleh pria. Pernahkan Anda lihat, dengar, merasa kalau ada wanita yang menganggap semua pria itu sama saja?


source : memegenerator.net (sebagai ilustrasi)
Yap, kalimat yang cukup sering terlintas di social media. Kalau semua pria itu sama saja. Selalu suka menyakiti hati wanita dan sebagainya. Nah, kasus ini sama dengan terminal tadi.

Semua terminal dan semua pria yang tidak ada kaitannya dengan ibu atau wanita tadi itu telah dituduh sama dengan subjek pertama (Terminal A dan Pria yang menyakiti).

Sekali lagi, itu hanyalah contoh saja. Tidak serta merta mengklaim kalau semua terminal itu banyak copet dan semua wanita suka bilang kalau semua pria sama saja. Memang itu ada, tapi tentu saja tidak semuanya.


source : memecrunch.com (sebagai ilustrasi)
Generalisasi tidak pandang bulu, apakah itu dalam hal baik maupun tidak baik. Nah kalau mengeneralisasikan terhadap hal baik itu malah membuat kita berpikiran positif kepada semua hal. Misal kita baru pertama kali jalan-jalan ke kota Purwokerto dan kita tersesat. Kemudian kita bertemu seorang warga Purwokerto yang baik hati mau mengantarkan kita ke tujuan. Nah, tentu saja kita akan bercerita kepada teman atau saudara kalau "Orang Purwokerto itu baik-baik loh".

Informasi tersebut pun diserap oleh orang lain. Dari perbincangan seperti itu, kini orang-orang yang mendapat informasi tadi akan merasa aman dan nyaman apabila jalan-jalan di Purwokerto, hehe...

Terus kita harus bagaimana?

Jawabannya tetap saja tergantung. Ada sisi positif dan negatif dari generalisasi. Kalau memang itu baik ya tidak terlalu masalah. Itung-itung kita jadi selalu berpikiran baik terus kan. Namun perlu diingat, jangan terlalu over/berlebihan. Karena tidak semua hal bisa disamakan dengan informasi, pendapat, atau pengalaman kita yang masih minim.

Seperti contoh di kota Purwokerto tadi. Meskipun kita menganggap orang-orang Purwokerto baik, kita tetap harus waspada. Karena tetap ada kemungkinan kejahatan sedang mengincar kita. Kan bahaya juga kalau kita terlalu santai dan tidak waspada, seperti membuka dompet yang penuh uang di tempat umum.

Itulah mengeneralisasi, salah satu sifat umum dari manusia. Dengan sifat itu kita menjadi lebih mudah menyimpulkan sesuatu. Namun tetap haruslah berimbang, jangan cuma berdasarkan informasi dari satu sampel/narasumber. Kalau rajin malah bisa diadakan survey terlebih dahulu, ahaha... (niat amat).

Oleh karena itu cerdaslah dalam mengeneralisasi. Lebih baik lagi kalau kita mengupgrade kemampuan kita dalam memahami sudut pandang yang berbeda. Agar kita tidak berada di dalam satu sudut pandang saja.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
comments

54 komentar:

  1. Tapi kan emang bener di terminal banyak pencopet..

    Emang lebih enaknya tau sendiri biar gak salah.. Tapi ya gak harus survey dulu kan? Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, inget loh tp tidak semuanya ada banyak. Klo terminal yang di film preman pensiun malah aman loh :D

      Hehe, survey ya boleh2 aja klo ga males :)

      Hapus
  2. dimanapun ada orang jahat dan orang baiknya, karena itu lebih baik waspada..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe jd seperti filosofi cina Yin dan Yang ini mah :D

      Hapus
  3. ibarat nila setitik rusak susu sebelanga, begitulah adanya gan...sering gue denger temen gue bilang "dasar semua cowo sama aja", dan ada juga pengalaman gue sendiri waktu dulu naik bus yang sopirnya ugal-ugalan, sejak itu jera naik bus lagi sampai suatu hari keadaan menuntut untuk naik bus lagi ( sekitar 8 jam) saat itu sopir bus nya asikk banget, mengendarai busnya lancar dan gak ugal-ugalan, sejak itu jadi sadar bahwa gak semua sopir bus ugal-ugalan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, malah punya pengalaman sndiri yah ternyata :)

      Yup, tidak semua supir bus itu nyupir nya ugal-ugalan. Toh ada jg yg bawanya santai dan hati-hati :)

      Hapus
  4. sebenernya ucapan serupa gak hanya cewek sih. Ada juga cowok yang bilang, "Semua cewek itu sama, blablabla."
    hihi jadi ngikik liat meme di atas. Bisa bilang begitu karena dia uda nyobain semua cewek. Ngalus banget ya? wkwkw...
    nice post!

    aku sendiri juga kadang suka mengeneralisasikan. Entah itu bisa baik/buruk sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ya begitulah manusia, klo udh bawa perasaan mah bs nya asal ngomong. Cwe ama cwo kn sama aja bisa ngomong gt, tapi jelas bakal lebih banyak cewe yg ngomong gt :D

      Meme nya cm buat ilustrasi, biar gampang ngerti maksudnya gmn :D

      Hapus
  5. ini lebih seperti mikir dulu sebelum ngomong biar gk jadi masalah atau apa nantinya.

    emang sering banget gitu. saya juga terkadang melakukn hal itu hanya karena alasan tertentu lalu nge-judge yang lainnya juga sama.

    satu hallagi yang mungkin gk sadar itu. kita sering membesar-besarkan suatu masalah yang kecil. yang kalau mau dipikirin bisa ketemu jalan keluarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe sebenarnya tidak mesti ngomong ra. Kn bisa jg ga di omongin, tp informasi nya di simpen sndiri.

      Yang penting pikiran kita harus luas, tidak menjudge semua nya itu sama. Hehe bener bgt, kadang suka hiperbola klo bercerita :D

      Hapus
    2. yup, suka berlebihan banget kan ahaha

      Hapus
  6. Hmm... emang ibu2 itu ya, kalo udah ngerumpi... mahasiswa demo aja bisa kalah...
    tapi ya mau gmn lagi, soalnya emang org indonesia itu suka kek gitu...
    org indonesia emang suka bilang semua sama aja... apalagi cewe...
    Untung gue cowo... tapi maklumlah cewe kan suka kebawa perasaan, bener ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk ni aldo malah nyalahin ibu-ibu. Inget loh ga semua ibu-ibu ky gt do.

      Coba bayangin pd jaman dahulu, ada RA Kartini yang udh jd ibu-ibu, menurut mu apa dia bakal suka ngrumpi? Hehe

      Tp emg bener, wanita itu bicara nya lebih dominan pke perasaan bukan logika. Jd dia blg apa yg dia rasakan tanpa mau tau apa yg terjadi..

      Klo perasaan nya udh pulih ya udh, dia bs lupa dgn yg di katakan dlu. Tp inget ga semua cwe bgitu, hehe

      Hapus
  7. Tapi kayaknya nggak semua cewek deh nganggep kalo cowo sama aja, itu mah buat yang udah pernah disakitin aja. kembali lagi ke pribadi masing-masing sih. Intinya emang kalo ada yang bilang ini itu jangan di telan mentah-mentah.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya emang engga semua wanita, kan udh ditulis di atas ada beberapa :)
      Yang disalahkan dari itu bukan hanya si wanita itu, tapi semua orang yang dgn mudah menyamakan semua hal... entah itu pria, wanita, tua atau muda :D

      Hapus
  8. Semua cowok sama saja. Artinya kamu uda cobain semua laki-laki di dunia ini. LOL meme. Judging in general memang injustice, itu terjadi karena engga merubah sudut pandang dari sisi yang berbeda. Persepsi intinya harus adil dari berbagai sudut pandang. Khususnya imbang positif negatifnya ya. Nice article. Main kak ke blog hani :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasalah.... kan lagi dalam keadaan emosi, jadinya asal ngomong :)
      yup, harus banyak belajar untuk melihat banyak sudut pandang.. Btw blog nya itu isi nya review produk kah :D

      Hapus
  9. Kamu terlalu baik buat aku :v. Wanita selalu benar yeeeee. Btw, di manapun bukan hanya di terminal pasti ada orang yang baik, dan ada orang jahat, kita hidup dimana yang baik sedikit yang banyak itu yang jahat. Tetap waspada dimanapun itu, karena pasti ada yang mengawasimu dari kejauhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, haha wanita selalu benar itu juga generalisasi. Bagi yang kena kasus KDRT dimana suami sering menyiksa istrinya, nah di situ malah kebalik. Istri selalu salah dan suami selalu benar, hehe sudah beda sudut pandang :D

      Terminal mah cuma contoh kecil doank, wkwk

      Hapus
  10. Banyak orang terburu menarik kesimpulan, sehingga bisa timbul silogisme negatif. Seperti meme "semua cowok sama saja"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, benar sekali pak. Lebih hati-hati dalam menyimpulkan, takutnya jd fitnah yang tak disengaja :)

      Hapus
  11. Hmm... gimana yaaa....
    Menggeneralisasikan sesuatu itu emang kadang justru lahir dari pengalaman-pengalaman yang kita denger dari orang lain meskipun gak jarang kita belum pernah ngalamin secara langsung.
    Tapi ada yang pernah bilang kalau kita harus belajar dari pengalaman orang lain, makanya kemudian lahirlah apa yang disebut generalisasi itu...
    Heheheee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, kebanyakan memang dari pengalaman yang kita denger dari orang lain.

      Hati-hati loh, kalau informasi yang kita denger sudah berupa generalisasi maka bisa berabe. Nanti salah tangkep informasi, hehe kalau isi nya buruk kn kasian ada yg kena fitnah nanti

      Hapus
  12. Iya aku setuju padamu, Citra...eh Pradipta. Emang jiasanya orang suka menggeneralisasikan sesuatu...tapi emang uji coba juga cenderung generalisasi bukan? Kita ga ngetes semua objek tetpi bbrpa obkek aja sebagai sample dan menyimpulkan bahwa sebagian besar atau hampor semuanya memiliki sifat speti yg ditunjukkan pda sample tsebut. Kalo gue menggeneralisasikan kalo semua cowok jakatta itu mengandung 'polutan' ttp tyata saat gue dikenalin sma tmn gue bbrpa tmannya yg ormg jakarta asli juga ada yg baik dan solih..jadi tindakan generalisasi gue sbnrnya salah...hehehe...ya gitu deh..semoga kita bisa lebih bijak. Hehehehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau memang kita survey terlebih dahulu itu kn lebih baik, hehe syang nya kehidupan bermasyarakat bukanlah seperti pengujian sebuah data. Namun ini spontan, hehe dari pengalaman satu sampel saja sudah bisa mengeneralisasi.

      Sedangkan kalau sampel apalagi di pengujian beton seperti praktikum kuliah ku, itu butuh 30-60 sampel untuk mendapatkan kesimpulan :)

      Hapus
  13. Itulah mata rantai generalisasi yang berbahaya.

    :)

    BalasHapus
  14. Memang, lebih sering kita menilai sesuatu dari banyak orang tanpa mengenalnya lebih dulu.

    BalasHapus
  15. Kalau kata ibu kosku jangan pernah ngerasa aman. Karena kalo kita ngerasa aman ntar kita malah tledor, dan akhirnya ada celah buat penjahat. Harus hati-hati :D

    Iya, menggeneralisasikan juga harus ada bukti yang kuat. Jangan hanya karena dapet satu pengalaman langsung mengatakan kalo semua cowok jahat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu kost nya hebat sekali, wkwk

      Yup, seperto nya wanita yang bilang semua cowok sama saja harus kenalan ama kita dlu bro, hehe biar tau kalau kita itu pria yg luar biasa :D

      Hapus
  16. Nah iya, kdang emg orang2 suka pada bgtu ya, langsung menggeneralisasikan semuanya, padahal dia cuma tau dari satu sudut pandang doang..

    Cewe kalo disakitin sama cowok bilangnya smua cowok sama. Trs bgtu jg dgn cowok kalo pnya cewek yg ngambekan mulu dibilangnya semua cewek sama aja. Orang jawa (misalnya) baek2 semua.. Padhal mah tiap orang pnya karakter masing2 yg berbeda satu sama lain. Gak semua orang punya karakter yg sama. Bkannya harus su'uzon, tapi yaa.. Apa salahnya kita untuk waspada? Semua tergantung dri individu masing2 sih kalo aku bilang..

    Postingan ini bener2 mencerahkan banget, cakeep! :D hehee.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ya begitu, entah terasa sulit buat kasih solusi dr yang ku tulis di atas. Dan akhirnya ku tulis "tergantung", hehe

      Yup, bahkan saudara sndiri pun yg kita anggep semua baik. Ada jg kasus ketidak akuran di ranah saudara sndiri. Entah itu saling iri atau rebutan warisan. Jd nya gt, tergantung. Tergantung dr kepribadian si pelaku :D

      Hapus
  17. Nah iya, kdang emg orang2 suka pada bgtu ya, langsung menggeneralisasikan semuanya, padahal dia cuma tau dari satu sudut pandang doang..

    Cewe kalo disakitin sama cowok bilangnya smua cowok sama. Trs bgtu jg dgn cowok kalo pnya cewek yg ngambekan mulu dibilangnya semua cewek sama aja. Orang jawa (misalnya) baek2 semua.. Padhal mah tiap orang pnya karakter masing2 yg berbeda satu sama lain. Gak semua orang punya karakter yg sama. Bkannya harus su'uzon, tapi yaa.. Apa salahnya kita untuk waspada? Semua tergantung dri individu masing2 sih kalo aku bilang..

    Postingan ini bener2 mencerahkan banget, cakeep! :D hehee.

    BalasHapus
  18. Sepertinya ini bisa jadi karena kebiasaan orang Indonesia yang sejak kecil selalu 'ditakut-takuti' orang lain. "Awas jangan pulang malam-malam, bahaya!". Padahal, selagi kita bisa hati-hati dan mawas diri, semuanya pasti baik-baik saja, ya nggak?
    Tergantung dari mindset individunya masing-masing sih hehe
    But nice post, bro! Stay awesome! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu strategi orang tua agar anaknya tidak main ampe malem :3

      Tp ntar klo udh gede jg batasan pergi malem2 itu jd hilang. Hehe sebab kita sudah dpt berpikir logis dan bs berhati-hati

      Hapus
  19. Yang gue pahaami sih menggeneralisir itu kalau udah ada data yang valid. Kalau masih bias atau belum sama sekki ada data bahkan gak ada oenelitian di bidang itu gue nggak mau asal ajah bilang 'semuanya sama' apalagi untuk ukuran pribadi seseorang kayak cewek yg bilang snua cowo sama ajah.

    Lagian semua cowo dicobain sih.. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh gue banyak typonya nih sori ahahaha

      Hapus
    2. Haha nah lo knpa bisa banyak typo nya :v

      Nah itu karena cewek nya belum pernah nyobain kita fik. Jd nya bilang semua cowo sama aja :D

      Hapus
  20. Generalisasi boleh-boleh aja sih, asalkan berimbang.

    Nice artikel, bang! :D

    BalasHapus
  21. Ini namanya nilai setitik merusak susu sebelanga :-D
    Tapi ada juga kata bijak yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik, jadi nggak ada salahnya saya belajar dari pengalaman teman... wkwkwk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, ahaha
      Tp kalau misal ada yg bilang orang DPR itu pada korupsi. Jadi nya kena semua dh, pdhal ada juga yg tidak korupsi. Hehe kena tuduh :3

      Pengalaman orang lain, ttep berguna buat referensi, hehe jd kita bs lebih antisipasi namun tidak langsung menjudge :)

      Hapus
  22. Setuju sama postingan ini... Intinya kita harus pandai mengolah informasi yang didapat, jangan semuanya diserap tanpa disaring. Tapi contoh ilustrasinya kurang imbang. Yang cowok juga sering menggeneralisasi tentang cewek kok wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk, nah itu di kalimat terakhir dikau sedang mengeneralisasilan. Jd ya kesimpulannya gt dh siapa yg lebih sering :D

      Yup, sudah manusiawi kok. Hehe kn kita ga mau repot, tp ya gt efek buruk nya klo asal bisa jd fitnah. Kasian orang baik jd di anggep jahat :)

      Hapus
  23. udah budaya bgt kayaknya mengeneralisasikan sesuatu. biasanya cewek yang nih yang kayak gini.
    misalnya ada cewek yang diputusin,trus dia langsung bilang
    "semua cowok bajingan!!!"
    padahalkan, iya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah ini malah buka kartu, pdahal kn saya sedang menaikan derajat nya lelaki :3

      Saya bajingan jg bro, sehingga selalu keras kepala dan tidak mau pindah ke lain hati :D

      Hapus
  24. haha ini dia korban akibat menelan sesuatunya bulet bulet. padahal yang ditelan belum tentu bulet. duh gimana tuh haha... secara bentuk cowok sama terminal ya sama... terminal ada bangku, ada yang dagang ada orang, dan cowok juga ada rambut dan atribut yang lainnya. tapi kondisi dan suasana satu sama yang lainnya kan belum tentu sama...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha secara fisik saja sebenarnya sudah berbeda dim...

      Apalagi kondisi dan suasana nya :D

      Hapus
  25. Mantap blog dan Artikelnya senang bisa menyimak . .. TOP BGT dan salam kenal aja !

    BalasHapus
  26. Cewek itu sama aja. Gak mau disama-samain. Lah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yakin? Hehe
      Cewe yang ngefans ama artis korea, bakal suka klo di sama2 in ama artis cantik korea

      Hehe dan wanita muslimah bakal suka di sama-samain ama Siti Aisyah, istri Rosulullah :)

      Hapus