Pekerja Bangunan dan 1000 Bata

By | Rabu, Maret 04, 2015 56 comments
Pekerja Bangunan dan 1000 Bata


Once upon a time... Uhuk-uhuk!! *keselek keju*

Pada suatu hari, ada seorang pekerja bangunan yang sangat ahli. Sifatnya yang sangat perfeksionis membuatnya dapat mengerjakan sesuatu dengan sangat sempurna. Tidak hanya dalam pekerjaan, penampilannya pun sangat aduhai. Dengan pakaian kemeja rapi ditutup dengan rompi orange, celana jeans yang terlihat bersih, dan rambutnya yang klimis oleh pomade kemudian ditutup dengan helm proyek berwarna putih. Tidak ketinggalan kacamata hitam yang dipakainya saat matahari sedang terik.

"Wow!!" Begitulah ungkapan yang dipikirkan orang apabila melihat tukang bangunan itu. Penampilannya sangat keren, bahkan bosnya saja kalah dalam berfashion. Namun, meski ia sangat baik dalam pekerjaan maupun penampilan. Ia tidak sombong dan selalu berusaha rendah hati. Oleh karena itu, banyak orang yang senang kepadanya.

Kini bosnya sedang ada proyek pembangunan sekolah. Namun, karena di bulan ini sedang musim hujan. Hal itu sering menyebabkan kegiatan proyek terhenti. Padahal deadline penyelesaian bangunan sekolah tinggal beberapa minggu lagi.

"Waduuhh... Hujan lagi hari ini. Bagaimana proyek ini bisa selesai? Apa boleh buat, nanti malam harus lembur dan besok harus bekerja seperti biasa." Ujar sang bos pada para pekerjanya.

"Loh tapi kan besok hari Minggu pak, kami butuh libur untuk istirahat. Terlebih nanti malam kami harus lembur." Kata salah satu pekerja.

"Saya paham, itu terserah kalian. Kalau kalian masih merasa kuat. Kalian bekerja. Kalau tidak kuat, kalian istirahat saja. Bagi yang bekerja lebih, tentu saya kasih uang bonus." Jelas sang bos. Saat itu sang bos yakin. Kalau hari Minggu pasti hanya sedikit pekerja yang datang. Dan benar saja pada hari Minggu hanya ada beberapa pekerja saja yang datang. Tentu si pekerja yang perfeksionis itu pun datang.

"Bang... Bambang." Sang bos memanggil pekerja perfeksionis yang diketahui bernama Bambang. "Hari ini pekerja yang memasang bata tidak hadir semua. Kamu bisa kan memasang bata. Itu di sana ada 1000 bata, tolong kamu pasangkan..." Perintah si bos.

"Oke bos..." Bambang menyanggupi.

Dengan kelihaian dan keuletannya si Bambang menyusun dengan sangat rapi dan manis. Dalam sehari ia dapat menyelesaikan pemasangan 1000 bata. Setelah ia selesai dengan pekerjaannya, ia pun membeli seplastik es teh dan duduk meminumnya sambil memandang puas hasil pekerjaannya.

"What the....!" Tiba-tiba ia kaget melihat hasil pekerjaannya. "Oh my god.. What the fun!!! (WTF).. What the heaven!!! (WTH)" Umpatnya dalam hati. Ternyata 1000 bata terpasang ada 1 bata yang terpasang tidak rapi dan ia baru menyadarinya.

Dan yang menyebalkan bagi si Bambang adalah bata yang tidak rapi itu berada di tengah-tengah susunan. Tentu jadi tidak bisa dibetulkan karena akan merusak bata yang lainnya. Meski bata itu hanya sedikit menceng dan tidak mengurangi kekuatan susunan bata. Hal itu tetap membuatnya sedih, karena sikap perfeksionisnya yang berlebihan menginginkan segalanya berjalan sempurna. Akhirnya ia termenung hingga ia lupa menyedot es teh dari sedotannya. Sang bos melihatnya dari kejauhan, lalu menghampirinya.

"Bang... Knapa melamun? Muka kamu sedih begitu tidak seperti biasanya..." Tanya si Bos. Bambang pun menoleh ke arah bos. Terlihat mata Bambang berkaca-kaca seperti sedang kelilipan helm proyek. 

"Itu bos, saya khilaf. Saya pasang bata tapi tidak rapi. Itu bos..." Kata Bambang sambil menunjuk hasil karyanya. Si bos pun mengamatinya dengan seksama dan sesingkat-singkatnya.

"Mana? Saya lihat rapi kok hasil pekerjaanmu..." Kata si bos. "Itu loh bos, ada yang tidak rapi satu di tengah" Kata Bambang sambil kembali menunjuk ke arah bata yang tidak rapi.

"Yang saya lihat itu ada 999 susunan bata yang rapi. So, what's the problem?" Ujar om bos.

"Tadi artinya apa bos? Saya ga ngerti ama bahasa bule" Tanya Bambang.

"Apa masalahnya? Kamu sudah bikin bagus gitu masih aja dibilang ga rapi gara-gara satu bata doank. Banyak pekerja yang malah pasang batanya ga rapi sama sekali. Nah kalau kamu jauh lebih rapi, jadi tidak ada yang perlu disesali. Jangan biarkan satu kesalahan itu membuat kamu lemah, potensi mu jauh lebih kuat. Nah itu dari 1000 bata kamu berhasil menyusun 999 bata dengan rapi sekali. Jadi kenapa harus murung dengan hanya 1 bata saja yang tidak rapi? What's the problem?" Jelas si bos panjang lebar.

"Oh begitu yah bos, terima kasih bos. Saya janji tidak murung lagi... Hmm, ngomong-ngomong itu artinya wades de perobelem itu apa yah bos?" Ujar si Bambang yang tak terasa sudah menghabiskan seplastik es teh ditangannya. Si bos tepok jidat.



*****
Dari cerita diatas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa kebanyakan manusia sering dilemahkan oleh satu kesalahan padahal manusia tersebut sebelumnya telah melakukan banyak hal baik. Dan kesalahan tersebut seakan-akan merusak semua hal baik yang telah ia lakukan. Ini persis seperti peribahasa "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga". Meski kita melakukan kesalahan, bukan berarti kita menghancurkan segalanya.

Seperti contoh, si Joko selalu mendapatkan rangking 1 di kelasnya. Namun, pada semester ini tiba-tiba nilainya turun dan akhirnya dia mendapat rangking 3. Wow, bagi kita mungkin tidak masalah. Tapi bagi Joko itu dapat membuatnya galau dan terus-menerus menghantuinya. Terlebih lagi kalau orangtua Joko ikut turut campur memarahi Joko karena dia hanya mendapat rangking 3. Di situasi ini seolah-olah semua rangking 1 yang terdahulu jadi dilupakan, padahal Joko lebih banyak mendapatkan rangking 1 daripada rangking 3.

Biasanya tipe orang seperti Joko pun sering mengeluh kalau sedang tidak beruntung. Dan juga terkadang keluhan yang dilontarkan malah dapat menjadi terdengar menyebalkan apabila didengar orang lain. Seperti contoh kecil dalam percakapan ini :
Joko : Duh... ulangannya susah banget inih. Pasti nilainya bakal jelek nih.
Budi : Iya ni, susah bener.
 *nilai ulangan pun dibagikan*
Joko : Ya ampun, nilaiku jelek banget.
Budi : Sama jok... nilaiku jelek nih
Joko : Emang dapat nilai berapa?.
Budi : 45 nih, hiks.. kalau kamu Jok?
Joko : Cuma 80 Bud :'(
Budi : ........ *makan pulpen*
Nyebelin banget kan?

Sama seperti Joko, kita pun terkadang tidak bersyukur atas apa yang telah diperoleh di masa lalu. Dan di saat sekarang mendapat musibah, kita malah menyalah-nyalakan banyak hal yang dianggap menjadi penyebab musibah tersebut. Nikmat yang terdahulu seakan jadi terlupakan gara-gara musibah tersebut. Mereka lupa kalau banyak orang yang kurang beruntung daripada mereka. Seperti contoh tadi, si Joko tidak sadar kalau Budi nilainya selalu jelek. Dan si Joko malah mengeluh tentang nilainya yang dapat 80. Kalau kita jadi si Budi, bagaimana perasaan kita?

Dan tidak hanya untuk diri sendiri saja, namun kita juga tidak boleh menjudge orang itu buruk dengan hanya sedikit kesalahan yang pernah ia buat. Dan karena kita mejudge orang lain itu buruk karena satu kesalahan atau satu hal buruk, maka kita seakan-akan melupakan semua perbuatan baik yang pernah orang itu lakukan. Kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap orang lain. Karena bisa jadi orang yang kita cap buruk itu sebenarnya malah jauh lebih baik dari diri kita.

Cerita dan contoh tadi hanya sebagian kecil dari banyak contoh yang ada. Nikmat/rezeki yang kita terima jauh lebih banyak daripada musibah yang datang pada kita. Semoga dengan postingan ini dapat mengingatkan kita untuk tidak selalu bersyukur dan menahan diri untuk tidak mengeluh.

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
comments

56 komentar:

  1. kalau saya gak salah......cerita diatas itu mirip dengan tulisan yang ada di buku "sicacing dan kotoran kesayangnnya" ya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener banget mas, terinspirasi dari tulisan di buku si cacing dan kotoran kesayangannya. Haha di remake dengan bahasa sendiri agar lebih menarik :D

      Maknanya bagus bgt mas, sayang kalau tidak disampaikan kepada yang lain :)

      Hapus
  2. sangat inspiratif apalagi kalau mendengar nama bambang,,,,itukan nama suami aku.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, maaf jika ada kesamaan nama. Ahaha
      Titip salam untuk suaminya mba :D

      Hapus
  3. bener banget nih kata-katanya.
    karena nila setitik rusak susu sebelanga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, itu peribahasa paling mudah diingat saat di SD :D
      Tapi ternyata makna nya dalam..

      Hapus
  4. Kalau ini si Gue Banget Mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa si kang? haha
      Ayo berubah kang, jangan suka murung.. hehe

      Hapus
  5. Subhanallah, kita harus banyak-banyak bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan... Semangaaaaat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, harus banyak bersyukur.
      Nikmat yang diberikan Allah lebih besar daripada cobaan yang datang

      Hapus
  6. iya..iya..manggut-manggut..., bersyukur---bersyukur.,...hihiihi....

    BalasHapus
  7. yah kadang kita hanya memikirkan satu kesalahan dan itu bisa saja membuat kita berada dalam kemunduran dan malah gak jalan sama sekali. ingat juga keberhasilan dan pelajari semua kegagalan, karena dengan debgitu ktia akan tambah mengerti akan langkah selanjutnya. dan jangan pernah sesali kesalahan yang telah terjadi, namun berani mengakui dan mau memperbaiki itu lebih baik dari hanya sekedar berwacana dan duduk termenung. intinya kita harus bisa berdamai dengan masa lalu dan membuat sejarah kta sendiri untuk masa yang akan datang. karena belajar dari kesalahan itu akan menyelamatkan ketimbang bergembira dalam keberhasilan yang lengah. ok makasih dan sangat inspiratif gan. salam sahabat blogger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow mbah dinan detail sekali.
      Betul bgt mbah, kesalahan justru dapat mengingatkan kita akan kelengahkan kita. Jadi dengan ada kesalahan kita jadi lebih mawas diri dalam menjalani hidup. Terima kasih kembali mbah. Salam sahabat blogger :)

      Hapus
  8. insipiratif bro! :)
    dlm menilai org pun demikian, jgn hny satu sj kesalahan lalu kebaikan2 yg lain tdk dianggap... berbuat adillah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap betul sekali bro, kita tidak boleh menilai orang lain dari 1 kesalahan saja. Siapa tau malah kebaikan yang dia lakukan lebih banyak. Dan kita tidak tahu itu

      Hapus
  9. Menarik gan. Salam kenal..

    BalasHapus
  10. cerita inspiratif mas,, " karena nila setitik rusak susu sebelanga "
    jangan jadikan kesalahan kecil merusak segalanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga hal itu tidak terjadi pada kita. Hehe
      aamin :)

      Hapus
  11. Hahahaha gokil mas. Itu si tukang batanya bisa ngomong wtf sama wth tapi ga tau artinya whats problem ya? Tapi aku tersentuh sama pesannya. Pesannya menarik bnget. Makasih inspirasinya hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk, tukang batanya terlalu sering nonton film barat si. Yang dihapal cuma 2 kalimat itu :D
      Terima kasih bro, semoga bermanfaat.. hehe

      Hapus
  12. Jadi sebenarnya kita tetep harus bersyukur en mengapresiasi prestasi kita sendiri, gitu ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap tentu saja. Jangan cuma pada diri sendiri, namun prestasi orang lain juga harus di apresasi :D

      Hapus
  13. Ya ampun, berarti selama ini gue sering gak bersyukur karena satu hal buruk. Makasih banget, kak, udah buat tulisan yang super inspiratif ini. Sungguh, telah menyadarkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kebanyakan kita seperti itu bro, makanya kita harus saling mengingatkan :)
      Terimakasih bro, semoga bermanfaat.

      Hapus
  14. coba aja kalo pemerintahan di Indonesia kaya si Bambang ya, dalam mengerjakan suatu hal haru s benar benar perfect pasti Indonesia maju, cuman sayang Indonesia yang maju cuman korupsi, narkoba, sama begal doang -_-

    BTW ini NICE POST, Memotivasi gue juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk, besok kalau ada capres bernama Bambang kita coblos :D
      Berharap Bambang dapat memajukan Indonesia, hehe

      terima kasih bro, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  15. Cerita yang benar-benar menginspirasi..
    Cerita ini memotivasi gue untuk terus berjuang. Jangan biarkan satu kegagalan menghancurkan semua yang telah gue perjuangkan selama ini..
    Dan pastinya gue harus lebih bersyukur lagi kepada Allah SWT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, Jangan biarkan satu kegagalan menghancurkan semua.
      Banyak-banyak bersyukur atas apa yang Allah berikan :)

      Hapus
  16. ceritanya inspiratif banyak nilai-nilai kehidupan yang harus kita pelajari dalam cerita ini.
    tekad dan semangat kita gak boleh kalah karena kegagalan,karena ke suksesan di masa yang akan datang itu berawal dari kegagalan. dan tetaplah selalu bersyukur dengan apa yang telah kita dapat. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali kesuksesan itu berawal dari kegagalan, jadi jangan berhenti karena gagal :D
      Tapi terus berusaha demi masa depan

      Hapus
  17. Cerita yang simpel, tapi ngena banget. Kelemahan orang perfeksionis emang gitu, ada satu aja yang menurutnya kurang, langsung deh khawatir, ia seakan lupa dengan sisanya yang berhasil.

    Kayanya istilah ini juga cocok buat orang yang suka ngelihat satu kejelekan orang lain dan mengaibaikan kebaikannya yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, namun cerita ini tidak hanya untuk orang perfeksionis. Untuk umum, karena kita secara tidak sadar pun seperti itu.

      Yup, memang cocok sekali. Kadang kita melihat orang hanya dari luarnya saja -_-

      Hapus
  18. Cerita yang simpel, tapi ngena banget. Kelemahan orang perfeksionis emang gitu, ada satu aja yang menurutnya kurang, langsung deh khawatir, ia seakan lupa dengan sisanya yang berhasil.

    Kayanya istilah ini juga cocok buat orang yang suka ngelihat satu kejelekan orang lain dan mengaibaikan kebaikannya yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, namun cerita ini tidak hanya untuk orang perfeksionis. Untuk umum, karena kita secara tidak sadar pun seperti itu.

      Yup, memang cocok sekali. Kadang kita melihat orang hanya dari luarnya saja -_-

      Hapus
  19. Cerita yang simpel, tapi ngena banget. Kelemahan orang perfeksionis emang gitu, ada satu aja yang menurutnya kurang, langsung deh khawatir, ia seakan lupa dengan sisanya yang berhasil.

    Kayanya istilah ini juga cocok buat orang yang suka ngelihat satu kejelekan orang lain dan mengaibaikan kebaikannya yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, namun cerita ini tidak hanya untuk orang perfeksionis. Untuk umum, karena kita secara tidak sadar pun seperti itu.

      Yup, memang cocok sekali. Kadang kita melihat orang hanya dari luarnya saja -_-

      Hapus
  20. sebenernya cukup manusiawi sih bro,
    ketika 1000 kebaikan kita dilupakan hanya karena 1 kesalahan.
    apalagi kalau cewek yang udah ngejudge..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk, kamu ini bawa2 cewek
      itu sudah jelas bro, cewek itu selalu benar. Dan cowok selalu salah :D

      Hapus
  21. What the fun, what the heaven. Sepertinya kata umpatan telah mengalami pergeseran singkatan..

    Kayaknya ceritanya pas nih buat aku. Kalo lagi ngerjain tugas harus sebagus mungkin, jika nggak bagus mesti ulang lagi dari awal. Kalo mesti dikumpulin galau takut nilainya gak bagus. Eh akhirnya nilainya nggak bafus juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, maknanya sudah geser menjadi positif :D

      Waw, kamu sepertinya termasuk orang yang perfeksionis bro.
      Hehe, tapi tidak ada yang salah dengan itu.
      Yang salah kalau kamu galau dan berhenti mengerjakan tugasnya bro, hehe

      Hapus
  22. Menjadi manusia yang lebih bersyukur. Nah, bagus sekali ilustasinya. Baik yang menyusun batu atau si joko yang udah buat temennya nelen pulpen.

    Pribahasa lu-nya emang bener banget. Soalnya, di zaman sekarang, banyak banget orang gk bisa merasa bersyukur dengan apa yang udah dia miliki dan usahakan.

    Kebanyakan orang zaman sekarang, seneng ngeluh dan kalah dengan keadaan.

    Jadi, terima kasih sudah menyadarkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bambang dan Joko mantap pokoknya, wkwk

      Iya bro, itu peribahasa yang dipelajari saat kita SD.
      Namun maknanya dalem banget kalau dihayati

      Terimakasih pangeran wortel
      semoga bermanfaat :D

      Hapus
  23. Pelajran yang cukup berhrga untuk memacu kita lebih bekerja lebih keras lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin, itu yang kita harapkan
      semoga bermanfaat :)

      Hapus
  24. Inspiratif sekali cc..memang sebagai manusia ibarat kata tak ada gading yg tak retak...jdi mau sesempurna kita juga pada akhirnya ksempurnaan hanyalah milik Allah. Hehehe..bagus. inspiratif..kyknya bru sekali ke blog kamu, salam kenal yaaaaaa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow saya di panggil cc, sepertinya saya dianggap wanita nih :D
      Betul sekali, kesempuranaan hanyalah milik Allah semata, kita mah apa atuh. Cuma manusia biasa

      Yap, salam kenal juga :)

      Hapus
  25. Memang kita harus banyak-banyak bersyukur tentang apa yang berhasil kita raih selama ini, jangan hanya karena satu kegagalan kita menjadi frustasi dan nanti malah menjadikan kedepanya jadi kacau.

    Terkadang orang-orang mengejudge suatu kesalahan kita tanpa melihat kebaikab-kebaikan yang pernah kita perbuat kepadanya. Seperti mantan yang menyalahkan kita tanpa melihat kalau dulu kita pernah membahagiakanya walaupun sebentar :') #Eaaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoyoi, benar sekali bro
      Masa gara-gara satu kesalahan kita jadi frustasi. Itu bodoh namanya, kita harus jadikan kesalahan itu sebagai pembelajaran untuk dapat maju ke ke depan :D

      Wkwk jangan bawa-bawa mantan bro. Itu masa lalu :3

      Hapus
  26. Karena kesalahan ada itu untuk dipelajari, bukan untuk diulangi. Jadi, kita tidak boleh juga menyalahkan kesalahan. Kesalahan itu tidak semua buruk, tetapi ada yang baik, karena sebagai pengalaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, kesalahan itu datang pasti ada hikmahnya. Sebagai orang yang memiliki akal kita harus dapat memaknai kesalahan tersebut dnegan bijak :)

      Hapus
  27. Karena kesalahan ada itu untuk dipelajari, bukan untuk diulangi. Jadi, kita tidak boleh juga menyalahkan kesalahan. Kesalahan itu tidak semua buruk, tetapi ada yang baik, karena sebagai pengalaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, kesalahan itu datang pasti ada hikmahnya. Sebagai orang yang memiliki akal kita harus dapat memaknai kesalahan tersebut dengan bijak :)

      Hapus
  28. Iya kita memang sering seperti itu, tenggelam dalam kesedihan karena satu hal yang nggak kita sukai. Padahal Allah udah kasih 99 kebahagiaan namun seakan nggak berarti gara-gara hanya satu kesalahan.
    Makasih inspirasinya dan salam kenal dari Keluarga Biru di Malang :-)

    BalasHapus
  29. Ya seperti itulah. manusiawi sih. bahkan ada pepatahnya kan 'karena setitik nila rusaklah susu sebelangga'. sama halnya kayak pejabat, misal seorang pejabat pemerintahan yang jujur. gak perduli sebanyak apapaun penagbdian dan pengorbanan yang diberikan ke masyarakat, ketika dia terseret sebuah kasus. baru terseret ya belum terbukti. tetep aja harga dirinya akan anjlok. jatuh sejatuh jatuhnya. massyarakat tetep akan menganggap dia pejabat yang gak baik. apalagi dalam masyarakat kita yang cendrung cepet 'nggumunan'. baik didkit mujinya setinggi langit. giliran salah sedkikit, beuh ngejudgenya gak nahan.

    BalasHapus