Harapan di Balik Layar

By | Kamis, Februari 12, 2015 9 comments


Di sela-sela menikmati asyiknya tugas akhir (skripsi). Mahasiswa tingkat extreme akut stadium 4 ini entah mengapa iseng membuka blognya. Membaca kembali apa yang telah ia tulis di dalamnya. Tak jarang senyum dan tawa kecilnya terlihat. Mungkin kalau ada orang lain yang melihat, sudah pasti ia dikira sedang jatuh cinta atau malah sedang gila? Haha... Apapun itu mahasiswa tersebut tak akan peduli.

Tulisan blognya dari judul awal hingga judul tulisan terakhir pun ia baca. Dia pun menyadari ternyata gaya penulisan blognya sangatlah alay sewaktu awal-awal blog miliknya lahir. Semakin waktu berganti gaya penulisannya semakin seperti orang normal. Gaya alay semakin pudar, kesan formal mulai terlihat. Ya mungkin itulah yang dinamakan perubahan, revolusi, kedewasaan, atau bahkan pemberontakan? Ah.. Whatever.

Sebenarnya bukan itu hikmah yang didapat olehnya dari membuka blog usang tersebut. Namun, dari membaca tulisannya itulah yang membuat rindu. Rindu akan menulis, mencurahkan apa yang ia pikirkan maupun rasakan. Rindu berbagi ilmu, rindu bertukar pendapat dengan para pembaca. Ya kenikmatan menulis itulah yang ia lupakan. Oh Tuhan...

Ternyata kesibukannya saat kuliah dapat mengalihkan pandangannya dari blognya yang setia. Blog yang selalu menunggu setia tuannya. Terasa seperti elusan lembut dan hangat di kepala saat mahasiswa itu kembali login dan menulis tulisan ini. Ya...mungkin itu yang akan blog tersebut katakan apabila ia dapat berbicara.

Sudahlah, mahasiswa itu juga sangat bersyukur karena ia masih ingat username dan passwordnya itu login. Melihat ada beberapa draft judul tulisan yang belum ia selesaikan. Ia pun memutuskan untuk melanjutkan. Tentu juga berharap tetap istiqomah dalam mengayomi blognya. Sebab dari blog inilah ia dapat belajar banyak hal. Juga sebagai pengingat bahwa inilah yang pernah ia sampaikan ke orang lain. Untuk itu selalu ingatlah apa yang ia sampaikan dan amalkan.

Buku? Di saat mesra-mesranya dengan blog, mahasiswa itu teringat kembali bahwa dulu ia sedang menulis sebuah buku. Sebuat file microsoft word dikurung dalam .rar dan dikunci dengan password rumit agar orang lain tak dapat membaca rancangan sebuah masterpiece. Yang ia harapkan akan menjadi kejutan saat diterbitkan untuk orang-orang yang ia sayangi.


Dilema apalagi ini? Akankah fokusnya terbagi. Saat ini dirinya sedang asyik skripsi dan baru saja menikmati kemesraan dengan blognya. Kini ia ingin kembali melanjutkan tulisan di bukunya.

"Andaikan saja aku punya jurus seribu bayangan seperti Naruto. Pasti banyak yang bisa ku lakukan....", pikir mahasiswa tersebut.
Ya tentu itu mustahil, itu cuma ada di film anime. Namun terlambat, mahasiswa tersebut sudah memutuskan untuk melakukan ketiga hal tersebut. Tentu ia telah memikirkan mana yang  prioritas untuk diberi perhatian lebih. Skripsi > Blog > Buku, itulah rumus yang digunakan sang calon engineer tersebut.

Tentu skripsilah yang ia anggap paling utama karena itulah agenda yang saat ini dianggap dapat membuat orang tuanya bangga. Memiliki anak yang akan menjadi seorang engineer atau juga disebut "sarjana teknik" dan "insinyur". Aamiin, mari kita bantu doakan mahasiswa itu :)

Lalu mengapa mahasiswa itu lebih mendahulukan blog ketimbang menulis buku? Oh, ternyata justru dari blognya lah ia akan dapat menambah ide untuk tulisannya. Dan ia pun berencana mengisi bukunya dengan materi yang ada di blog. Ya, karena ia tahu kalau saat ini tidak semua orang dapat membaca blognya karena beberapa hal. Koneksi internet, tidak tahu blognya, atau malas membaca di depan layar mungkin. Ya, ia menginginkan apa yang ada di blog juga dapat di baca oleh para penggemar buku.

Sejauh itulah yang mahasiswa tersebut rencanakan. Yang ia dapat lakukan hanyalah berusaha dan berdoa. Karena ia sadar segala sesuatunya adalah keputusan Tuhan.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
comments

9 komentar:

  1. emang suka ketawa2 sendiri kalo baca postingan2 lama. berasa alay, enggak ngerti EYD, tulisannya jelek, ya kira2 itu sih yang gw rasain kalo lagi nostalgia sama postingan jadul :>)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, merasa hina sendiri tadi saat membaca postingan jadulnya. Ternyata dulu saya tu alay. Haha...

      Yup, menjadi hiburan tersendiri saat membaca postingan jadul :-D

      Hapus
  2. Sebagai blogger pemula, mungkin gaya penulisan saya masih alay dan belum berkembang sempurna, tidak seperti abang ini yang gaya penulisannya sudah keren!
    Sukses ya buat skripsinya! Salam kenal!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata Raditya Dika, alay itu adalah proses perjalanan manusia menuju remaja. Prosesnya adalah bayi > batita > balita > anak- anak > abg > ALAY > remaja > dewasa > tua :-)

      Ok bro, salam kenal juga :D
      terima kasih..

      Hapus
  3. Ayo semangat menjadi sarjana tetapi jangan jadi tukang sarjana yakni sarjana yang begitu lulus malah semangat berkerja sebagai karyawan....he,,he..he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoyoi, wajib semangat pokoknya. haha
      Nah itu, kalo sarjana itu idealnya dapat membuka lapangan kerja baru. Semoga nanti dapat tercapai. Aamin :)

      Hapus
  4. semoga segala sesuatunya diberi kelancaran.Amin :)

    BalasHapus