Saatnya Menjadi Transporter

By | Sabtu, Desember 07, 2013 9 comments

Frank Martin dalam Film Transporter
Pernah nonton film Transporter kan? Film menceritakan seseorang (Frank Martin) yang memperkerjakan dirinya sebagai seorang Transporter. Tugasnya adalah mengantarkan barang entah apapun, milik siapapun, dan kemanapun secara profesional. Saking profesionalnya ia sampai dikenal oleh para penjahat dan mereka percaya dengan Frank Martin untuk mengantarkan barang-barang milik para penjahat.

Kalau dipikir-pikir bukankah sebenarnya salah satu peran kita di dunia ini juga sebagai Transporter. Bagaimana tidak, banyak hal yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Namun tidak banyak yang sadar kalau kita diperintahkan oleh Tuhan untuk saling berbagi atas apa yang telah kita dapat.

Kita kembali ke film Transporter, si Frank Martin selalu dapat mengantarkan barang para clientnya. Sehingga dia mempunyai reputasi yang sangat baik dan akhirnya selalu mendapat job - job untuk mengantarkan barang berharga milik para penjahat.

Nah, ini juga berlaku terhadap bussiness relationship kita dengan Tuhan. Ibarat Tuhan memberikankan kita rezeki, nah kita itu punya kewajiban loh untuk berbagi rezeki tersebut kepada orang lain. Semakin anda berbagi kepada sesama semakin banyak yang akan anda dapatkan dari Tuhan.

Seperti yang sering disampaikan oleh Ust. Yusuf Mansur dan Ippho Santosa. Bahwa sedekah itu tidak akan membuat kita miskin, malah sebaliknya akan membuat kita kaya. Oleh karena itu mereka berdua selalu gencar memberitahukan kepada kita tentang keutamaan dari sedekah.

Sudah saatnya kita menjadi Transporternya Tuhan, apa yang Tuhan berikan kepada kita maka sampaikanlah juga kepada orang lain. Semakin sering kita mengantarkan rezeki ke orang lain, maka reputasi kita di mata Tuhan pun akan bagus. Sehingga Tuhan pun percaya untuk menitipkan banyak rezeki kepada kita untuk disalurkan kepada orang lain.

Dan hebatnya, disaat anda sedang memegang rezeki tersebut. Anda juga berhak untuk menikmati rezeki tersebut dan Tuhan tidak akan marah. Tetapi tetap anda harus patuh untuk menyampaikan sebagian rezeki anda kepada orang lain yang membutuhkan.

Nah yang perlu diingat, Rezeki itu bentuknya bukan hanya harta. Namun bentuknya banyak sekali. Semua yang kita punya sampai saat ini dari yang anda sadari maupun tidak anda sadari adalah Rezeki. Contoh gampang nya adalah udara, kesehatan, ilmu pengetahuan, sahabat baik, dll.

Mungkin akan ada pertanyaan : "Memangnya bisa kita menyampaikan rezeki berupa sahabat, ilmu, dll?". Tentu saja bisa. Apapun itu rezeki yang didapat dari Tuhan dapat sedekahkan, tinggal masalahnya apakah kita akan ikhlas atau tidak.

Misalnya :
  • Apabila kita ingin pintar, maka pintarkanlah orang lain.
  • Apabila kita ingin kaya, kayakanlah orang lain.
  • Apabila kita ingin sehat, sehatkanlah orang lain.
  • Apabila kita ingin sahabat yang banyak, maka kenalkanlah sahabatmu ke sahabat kita yang lain. (Biro Sahabat).
  • Dan lain-lain..
Ya, Anda boleh percaya atau tidak. Namun memang begitulah rumusnya. Sebenarnya kalau Anda mau berpikir, hal-hal tersebut dapat dijelaskan dengan logika. Contoh yang gampang adalah Apabila kita ingin pintar, maka pintarkanlah orang lain. Begini, logikanya apabila kita membuat orang lain pintar -> mengajarkan ilmu pengetahuan yang kita tahu kepada orang yang belum tahu. Maka tentu kita akan semakin terasah tajam ilmu nya tentang ilmu tersebut. Apalagi kalau orang yang Anda ajarkan memiliki bagian dari ilmu tersebut yang kebetulan belum Anda miliki. Lalu terjadilah sharing Ilmu.

Dan juga semakin Anda mengajari orang, maka Anda akan semakin menguasai. Sebab Anda tentu akan selalu mengulang dan tentu membuat ilmu tersebut menjadi paten di otak. Seperti guru yang setiap hari mengajarkan ilmu kepada muridnya. Alhasil sang Guru tentu semakin paham tentang ilmu yang dia punya.

Begitulah sistem kerja Transporter dalam kehidupan kita. Rezeki yang kita dapat dari Tuhan selain kita nikmati tentu juga perlu untuk disedekahkan. Karena itulah tugas kita di dunia ini, menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Sesuai dengan sabda Rosulullah :
Rasulullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa’uhum linnas", yang artinya, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
So... sudah siapkah Anda untuk melaksanakan tugas sebagai Transporter?


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
comments

9 komentar:

  1. super postinganx sob! (h)

    ilmu ibarat air klo tdk mengalir akan mengendap, lama2 mnjd bau dan berlumut, shrs dibiarkan mengalir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bgt sob, ilmu lama-lama bs jd mengendap dan bau klo di simpen mulu.. hehe.
      sperti saya ini udh lama ga share di blog jd butek otak nya.. haha harus segera dikeluarkan semua

      Hapus
  2. benar kata sobat rohis, dengan mentransfer ilmu sejatinya kita sedang mengurangi kafasilitas memori otak untuk di sisi dengan ilmu yang lain

    walau oada hakekatnya menurut Iman Syafii ilmu pengetahuan itu adanya di dalam hati . makustnya bukan di otak. hehe bingung ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, jd ibarat gelas kosong dengan gelas yang berisi air penuh ya pak.
      gelas yg penuh kita kurangi isinya agar dpt di isi dgn air yg baru. hehe

      hehe nah itu jd bahan untuk kita pikirkan pak, mungkin saja benar kalau ilmu pngetahuan ada di dlm hati :)

      Hapus
  3. Ijin nyimak tutorial terbarunya... :D

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. yap, benar sekali.
      Intinya harus saling berbagi :-)

      Hapus
  5. Sy suka smngat positif ini..
    Good job, eh no!
    Great job..
    #bsimillah#alhamdulillah#masyaAllah

    BalasHapus